Women Talk Tribun Timur
Jawaban Awardee LPDP Muliana Mursalim, Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi
Ia mengatakan stigma masyarakat yang mengatakan untuk apa perempuan bersekolah tinggi-tinggi merupakan kekeliruan.
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Awardee LPDP, Muliana Mursalim berbagi pandangannya terkait perempuan harus berpendidikan tinggi.
Ia mengatakan stigma masyarakat yang mengatakan untuk apa perempuan bersekolah tinggi-tinggi merupakan kekeliruan.
"Tidak setuju dengan stigma itu. Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mengeyam pendidikan tanpa mementingkan gender," katanya saat menjadi narasumber Women Talk Tribun Timur, Selasa (21/6/2022).
Dara cantik kelahiran Majene ini mengatakan perempuan justru harus berpendidikan tinggi.
"Di islam itu, menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Tidak hanya untuk perempuan atau laki-laki. Tapi, semuanya," ucapnya.
Menurutnya, mengapa perempuan perlu pendidikan tinggi karena nantinya perempuan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya.
"Kalau tidak berpendidikan tinggi, bagaimana kita bisa mendidik anak kita nantinya," ujarnya.
Dikatakan, saat ini sudah modern. Bukan zaman Siti Nurbaya lagi.
Untuk mengakses dan meraih pendidikan juga sudah terbuka luas.
Alumni berprestasi Universitas Hasanuddin ini mengatakan perempuan harus berkualitas.
"Perempuan harus berkualitas, berdaya dan bermanfaat. Nantinya juga kita mendapat pasangan yang berkualitas juga. Karena jodoh itu cerminan diri," tuturnya.
Saat ditanya, haruskah perempuan berpendidikan tinggi, Muliana dengan tegas menjawab iya.
"Pada perempuan itu berlaku hukum kekekalan energi. Misalnya saya setelah S2 memutuskan menjadi IRT atau wanita karir, energi saya tetap 80 persen. Jumlahnya tidak berkurang. Hanya berubah wujud. Berubahnya itu karena saya memilih menjadi IRT, tapi tidak mengurangi energi saya,"jelasnya.
Ia menuturkan, terlepas perempuan memilih menjadi IRT atau wanita karir, semuanya sama.
"Ada banyak tokoh perempuan inspiratif. Contohnya Najwa Shihab dan Sri Mulyani. Bahkan mereka bisa menyeimbangkan antara menjadi ibu dan bekerja. Mereka juga berhasil mendidik anaknya," sebutnya.
Menurut perempuan yang tengah menempuh magisternya di UGM ini, anak yang cerdas itu, lahir dari rahim ibu yang cerdas.
Ia pun meminta agar perempuan tidak takut melanjutkan mimpi untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi.
"Kita semua punya kesempatan yang sama. Kita juga sebagai perempuan akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jangan takut mengejar pendidikan tinggi," katanya.
Muliana mengajak perempuan untuk mematahkan stigma bahwasannya perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi.
"Kalaupun ada pemikiran-pemikiran masyarakat seperti itu, mari sama-sama mematahkan stigma tersebut dan membuktikan kepada mereka. Bahwa kita bisa berpendidikan tinggi bahkan sekalipun kita memilih menjadi IRT atau menjadi wanita karir," imbuhnya.
Laporan jurnalis Tribun Timur, Nining Angreani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/womennn-3222.jpg)