Jeneponto

Bupati Jeneponto Sebut BPS Keliru Sebut Jeneponto sebagai Daerah Termiskin di Sulsel

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyebut data yang dikeluarkan BPS tentang daerah termiskin di Jeneponto adalah keliru dan tidak berdasar

Penulis: Muh Rakib | Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar. Iksan menyebut data yang dikeluarkan BPS tentang daerah termiskin di Sulsel adalah keliru 

JENEPONTO, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyebut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memasukkan Jeneponto sebagai daerah termiskin di Sulsel di tahun 2022, adalah data keliru.

Ia mengatakan, BPS hanya mengambil data tunggal, hanya sumbernya dari penerima bantuan sosial.

"Tanya statistik kalau itu pertanyaanmu. Karena kan yang dijadikan sampel atau data adalah penerima bantuan," ujarnya, Senin (20/6/2022).

Iksan Iskandar menganggap data didapat oleh BPS itu dari desa.

Padahal warga desa di Jeneponto banyak yang mampu tetapi tetap saja diberikan bantuan.

"Yang menerima bantuan di desa adalah datanya dari desa. Anda tidak tahu bagaimana tidak akuratnya itu data karena data-data itu meskipun orangnya tidak layak miskin dikasi masuki orang layak diberi bantuan," katanya.

Jeneponto dianggapnya miskin lantaran BPS selama ini hanya melakukan proses penelitian lima tahun sekali.

"Hasil penelitiannya, metode penelitian kan hanya sekali dalam melakukan penelitian. Jadi anda sendiri yang tafsirkan bagaimana. Kan metode sumplingnyakan tidak bagus. Yang kedua jarak penelitiannya itu kan lima tahun sekali," tutupnya.

Hasil survei BPS mengeluarkan data terbaru bahwa ada lima Kabupaten di Sulsel masuk kategori termiskin di tahun 2022.

Kabupaten Jeneponto dengan persentase 14,28 persen, Pangkep 14,28 persen, Luwu Utara dengan persentase 13,59 persen, Luwu 12,52 persen dan Enrekang 12,47 persen.(*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved