Kementan
Kementan Serius Tangani Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Kini Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin PMK
Kementerian Pertanian RI Kementan serius dan gerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan dan pengendalian wabah PMK atau penyakit mulut dan kuku
“ Upaya ini sebagai usaha pemerintah menigkatkan skill petugas vaksinasi di lapangan, “ ujarnya
Sementara itu terkait anggapan bahwa pemerintah kurang responsif dan abai terhadap kajian dari epidemiolog sehingga menyebabkan kasus PMK menyebar luas, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar.
Jajaran Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan secara cepat melakukan penelusuran sejak kasus ini pertama ditemukan.
“Dalam hitungan hari Kementan berhasil menemukan serotipe dan strain virus PMK yang ada, sehingga produksi dan pengadaan vaksin pun dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan," kata Kuntoro Boga Andri.
Menurut Kuntoro Boga Andri, upaya penaganan dan pengobatan di lapangan juga sudah dilakukan pada ternak bergejala ringan hingga berat, namun mengingat penularan virus yang bersifat airborne dan dapat menular cepat hingga radius 10 kilometer maka penyebaran PMK sangat tinggi.
“Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pemotongan bersyarat terhadap ternak yang tertular, untuk mengurangi resiko penyebaran di beberpa lokasi,“ kata Kuntoro Boga Andri.
Kuntoro Boga Andri menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini juga bertepatan dengan kesiapan jelang Hari Raya Idul Adha sehingga frekuensi lalu lintas ternak di daerah sentra lebih tinggi dari biasanya.
Hal ini mempercepat penularan virus PMK.
Oleh karena itu, pemerintah melakukan upaya pengetatan dan kontrol terhadap pergerakan ternak di sentra-sentra ternak.
“Pemerintah menerapkan check point, karantina hewan dan tol laut untuk menhindari penyebaran PMK dari daerah wabah ke zona hijau dan untuk mempertahankan pulau atau wilayah yang masih bebas PMK tetap terjaga dan terbebas dari PMK, “ kata Kuntoro Boga Andri.(rilis)
Baca berita terbaru dan menarik lainnya di Tribun-Timur.com via Google News atau Google Berita