Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penyebab Sebenarnya Jasad Eril Putra Ridwan Kamil Masih Utuh di Sungai Aare Meski 14 Hari Tenggelam

Jasad putra sulung  Ridwan Kamil itu ditemukan dalam keadaan utuh, setelah 14 hari masa pencarian di sekitar Sungai Aare.

Tayang:
Editor: Ansar
Kolase Kompas
Kondisi Bendungan Engehalde di Bern, Swiss, pada Kamis (9/6/2022) sore waktu setempat yang difoto menggunakan drone. Bendungan ini adalah lokasi ditemukannya jenazah anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (23) pada Rabu (8/6/2022) pukul 06.50 waktu setempat, setelah dilaporkan hilang di Sungai Aare, Swiss pada Kamis (26/5/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jasad Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril sudah meninglkan Swiss dan ditebangkan menuju Indonesia.

Hari ini Minggu (12/6/2022) jasad Eril dijadwlkan tiba di Bandung. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil disebut satu pesawat dengan jasad Eril.

Jasad ditemukan di Bendungan Engehalde di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss pada Rabu, (8/6/2022) lalu.

Jasad putra sulung  Ridwan Kamil itu ditemukan dalam keadaan utuh, setelah 14 hari masa pencarian di sekitar Sungai Aare.

Melalui cuitan Ridwan Kamil di Twitter, ia menyampaikan bahwa jasad Eril ditemukan utuh setelah dua minggu tenggelam di Sungai Aare.

"Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku, sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," katanya pada Jumat, 10 Juni 2022.

Kabar ini tentu menggembirakan bagi banyak orang yang mendoakannya namun juga mengherankan.

Banyak yang tidak menyangka jika tubuh Eril tetap utuh meskipun sudah dua pekan berada di sungai.

Penjelasan ahli forensik terkait jasad Eril yang masih utuh Pada korban kecelakaan di perairan, termasuk tenggelam, bukan tidak mungkin jasadnya ditemukan masih dalam keadaan utuh.

Seperti diberitakan Kompas.com, (11/6/2022), faktor alam di Sungai Aare yang menjadi tempat Eril tenggelam itu merupakan hal yang memengaruhi.

Kepala Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Ind

Dia menjelaskan bahwa semua jenazah akan membusuk akibat bakteri dan penguraian sel-sel mati di dalam tubuh.

Kedua faktor itu bisa dipercepat prosesnya atau diperlambat yang dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya tempat penyimpanan jenazah.

Jenazah di ruang terbuka akan membusuk dalam satu hari, ditandai perut kiri bawah yang berubah warna menjadi hijau.

Adapula jenazah yang di dalam tanah atau terkubur, proses pembusukannya delapan kali lebih lambat dari di ruang terbuka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved