Oknum Polisi Disebut Serobot Lahan Kodam XIV Hasanuddin di Gowa

Bripka RF sudah memasuki serta memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam jagung, pisang dan lainnya tanpa seizin Kodam XIV/Hasanuddin.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
Kodam XIV Hasanuddin
Papan bicara yang dipasang Kodam XIV Hasanuddin di lokasi lahan yang disebut diserobot oknum polisi Bripka RF di kampung Panggentungan, Distrik Borongloe Daswati II, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Kodam XIV Hasanuddin menuding oknum polisi berinisial Bripka RF melakukan penyerobotan lahan miliknya.

Oknum polisi yang bertugas di Polda Sulsel itu, disebut menyerobot lahan milik Kodam XIV Hasanuddin.

Lokasinya di kampung Panggentungan, Distrik Borongloe Daswati II, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam keterangan persnya, Kodam XIV Hasanuddin mengatakan, surat-surat resmi dan kronologi sejarah runtutan kepemilikan tanah itu adalah milik Kodam XIV Hasanuddin yang dulu bernama Kodam VII Wirabuana.

Disebutkan, Bripka RF sudah memasuki serta memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam jagung, pisang dan lainnya tanpa seizin Kodam XIV/Hasanuddin.

Selain itu, pihak Kodam XIV Hasanuddin juga telah memasang papan bicara namun dirusak.

Adapun tindakan yang dilakukan Kodam XIV/Hasanuddin telah memberikan peringatan langsung kepada Bripka RF.

Namun, peringatan itu dikatakan tidak diindahkan.

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro, mengatakan klaim kepemilikan lahan itu berdasar atas surat kepemilikan.

Berikut penjelasan tertulis Kolonel Inf Rio Purwanto:

-Bahwa pada tanggal 9 Mei 1961 terbit Surat Raja Gowa atas nama Andi Idjo kepada Direktur Zeni AD tentang pemberian kuasa penuh kepada Kapten Czi Lucas Sugeng, untuk berhubungan langsung dengan Dirziad untuk menyelesaikan administrasi Pembelian tanah Persil 72 D III seluas 6,74 HA yang terletak di kampung Panggentungan distrik Borongloe Daswati II Sungguminasa Makassar.

-Selanjutnya pada tanggal 20 Juli 1961 terbit lagi surat pemindahan hak penuh Raja Gowa atas nama Andi Idjo Karaeng Lalongan kepada Kapten Czi Lucas Sugeng tentang pemberian kuasa penuh kepada Kapten Czi Lucas Sugeng untuk berhubungan langsung dengan Dirziad dalam penyelesaian administrasi pembelian tanah persil 72 D III dengan luas 6,74 HA, yang terletak di kampung Panggentungan Distrik Borongloe Daswati II Sungguminasa Makassar.

-Pada tanggal 6 Juni 1963 Direktur Zeni AD mengeluarkan Surat penetapan persediaan pembiayaan Nomor 0737 kepada Zeni Bangunan Kodam XIV/Hasanuddin Sulawesi Selatan dan Tenggara. Makassar menggunakan mata anggaran 521.114.214.3208 sebesar RP. 2.000.000,- (dua juta rupiah);
 
-Pada Tahun 1963 terbit surat Kuasa penuh Andi Idjo kepada Nelly B yang tinggal di Jl Cendrawasih Makassar untuk menjual dan menandatangani surat-surat yang bertalian dengan penjualan tanah milik Andi Idjo Persil. 72.D III yang terletak di kampung Panggentungan Distrik Borongloe Daswati II Sungguminasa Makassar.

-Pada tanggal 16 Desember 1963 terbit surat perjanjian Jual-beli nomor SPDB.6/12/HM/1963 antara NY. Nelly. B Kuasa hukum Andi Idjo DKK 4 orang selaku penjual kepada Mayor Czi Soetadi NRP 1428 (Pa Zeni Bangunan Kodam XIV/Hsn) tentang pembelian aset tanah TNI-AD dengan rincian orang penjual yang digabungkan dengan luas secara keseluruhan seluas 78.300 M2 yang terletak di kampung Panggentungan Distrik Borongloe Daswati II Sungguminasa Makassar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved