16 Penumpang KM Ladang Pertiwi Belum Ditemukan, Tim SAR Perpanjangan Waktu Pencarian

Perpanjang waktu pencarian diputuskan setelah Djunaidi melakukan pemantauan lewat udara di sekitaran selat Makassar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
Dok
Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis hasil pencarian KMl Ladang Pertiwi di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (2/6/2022) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menambah waktu pencarian korban KM Ladang Pertiwi yang tenggelam di Selat Makassar.

Hari ini, Jumat (3/6/2022), memasuki hari ke tujuh pencarian pasca kapal dinyatakan tenggelam pada Sabtu 29 Mei, pekan lalu.

"(Pencarian) kami perpanjang hingga tiga hari ke depan, disebabkan oleh karena masih banyaknya korban yang belum ditemukan," kata Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi.

Hal itu ia sampaikan, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Perpanjang waktu pencarian diputuskan setelah Djunaidi melakukan pemantauan lewat udara di sekitaran selat Makassar.

Ia memantau bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, menumpangi helikopter Polair.

"Masih ada 16 korban yang belum ditemukan dan kita berusaha semaksimal mungkin operasi SAR sampai dengan tiga hari kedepan," ujarnya.

Pihaknya pun menyampaikan teri kasih kepada sejumlah unsur terkait yang terlibat langsung dalam pencarian.

Dalam pencarian enam hari terakhir, telah ditemukan 34 korban.

31 dinyatakan selamat dan tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Satu dari tiga korban meninggal dunia diketahui bernama St Hajrah warga Pulau Pamantauang.

Sementara dua lainnya belum dikenali dan dalam proses identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.

Temuan itu, pun disimpulkan bahwa korban yang masih harus dicari sebanyak 16 orang dari total 50 penumpang.

Untuk diketahui, KM Ladang Pertiwi berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Pamantauang, Kamis 26 Mie.

Memasuki hari kedua pelayaran Sabtu 28 Mei, kapal dikabarkan kecelakaan atau tenggelam di Selat Makassar.

Atas insiden itu, Polda Sulsel pun mengusut kasus tenggelamnya kapal nelayan tersebut.

Pasalnya, KM Ladang Pertiwi merupakan kapal nelayan yang tidak layak digunakan memuat penumpang.

Sejauh ini, pemilik kapal H Saiful dan juragannya Supriadi ditetapkan tersangka atas kecelakaan pelayaran itu.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved