Jusuf Kalla dan Amran Sulaiman Saling Puji di Pengukuhan IKA Unhas
Mantan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla menyerahkan tongkat kepemimpinan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada Andi Amran
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla menyerahkan tongkat kepemimpinan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada Andi Amran Sulaiman (AAS).
Pelantikan dan pengukuhan diadakan di Gedung JK Arenatorium (GOR) Kampus Unhas, Tamalanrea Makassar, Sabtu (14/5/2022).
Penyerahan pataka kepempinan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa.
Baca juga: Deretan Tokoh Jadi Pengurus IKA Unhas, Sekjen Prof Yusran Jusuf & Bendahara Prof Murtir Jeddawi
Baca juga: Sesaat Lagi Dimulai, Berikut Daftar Tamu Undangan Pelantikan IKA Unhas
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, legislator Senayan, Amir Uskara, Muhammad Aras dan Andi Iwan Darmawan Aras, forkopinda dan sejumlah walikota dan bupati.
Ketua Umum PP IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman (AAS) dan Ketua Dewan Pelindung IKA Unhas Jusuf Kalla (JK) saling melontarkan pujian.
Andi Amran bercerita sewaktu masih mahasiswa dan sedang melakukan uji coba penemuan racun tikus, dirinya sempat ditemui oleh JK.
Andi Amran masih mengingat dengan jelas pesan JK saat itu, jika penemuan racun tikus ini harus dikembangkan menjadi industri besar yang bisa membawa kemaslahatan umat.
"Pak JK memerintahkan kepada saya untuk membangun industri, tapi jangan sendiri. Harus kerjasama dengan yang serta kerja keras,’’ kata Amran. Saat itu, JK belum tahu namanya.
Dalam kesempatan itu, Amran berterima kasih dan memuji JK selama 25 tahun mampu memimpin IKA Unhas.
Sehingga menjadi organisasi yang disegani dan mampu melahirkan alumni-alumni yang mumpuni di tingkat nasional dan internasional.
"Kalau Indonesia punya lebih banyak sosok seperti Pak JK, maka Indonesia dipastikan bakal lebih baik ke depan", pujinya.
Sebagai Ketua IKA Unhas yang baru, pemilik Tiran Group itu akan membangun kolaborasi besar, yang diistilahkan Kolaborasi Untuk Negeri.
"Bila seluruh potensi alumni disinergikan, maka Indonesia Timur akan menjadi episetrum ekonomi nasional,’’ ungkapnya.
Seperti diketahui, 52 persen potensi nikel dan kobalt berada di Sulawesi dan Maluku.
Sementara Jusuf Kalla juga memuji Andi Amran sebagai sosok muda yang punya etos kerja yang luar biasa.