Pasca Idul Fitri, Harga Minyak Curah di Maros Rp 16 Ribu Per Liter, Kemasan Rp 30 Ribu Per Liter

pedagang menuturkan meski saat ini stok minyak goreng kembali melimpah, namun ia mengaku masih sepi pembeli.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
TribunMaros.com/Nurul Hidayah
Pembeli minyak goreng di Pasar Tramo Maros. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Ketersedian minyak goreng curah dan minyak kemasan di Maros, Sulawesi Selatan mulai melimpah pasca Hari Raya Idul Fitri.

Harganya pun sedikit mengalami penurunan.

Salah satu pedagang campuran di Pasar Sentral Tramo Maros, Zainal mengaku ketersedian minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah di pasaran kembali melimpah dan sudah mengalami sedikit penurunan harga dibanding bulan kemarin.

"Ketersedian minyak goreng pasca lebaran sudah mulai banyak, minya curah dan kemasan," katanya.

Saat ini, kata dia, minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 16 ribu perliter.

Terdapat sedikit penurunan dari harga kemarin, yakni Rp 25 ribu rupiah.

Untuk minyak goreng kemasan saat ini juga telah mengalami penurunan, 2 liter dibanderol dengan harga Rp 50 ribu, turun dari harga Rp 55 ribu.

Lantas bagaimana dengan harga minyak goreng 1 liter?

Minyak goreng ukuran 1 liter dijual dengan harga Rp 30 ribu.

"harganya juga sedikit menurun minyak curah menyentuh diangka Rp 16 ribu perliter sedangkan minyak kemasan 2 liter Rp 50 ribu," ujarnya.

Meski begitu, ia menyebutkan harga ini belum stabil dibandingkan diwaktu normal dulu dimana minyak curah dijual dengan harga Rp 11 ribu perliter, dan minyak kemasan Rp 14 ribu perliter.

"Belum stabilnya harga minyak goreng kemasan dan curah lantaran pembelian dari agen sudah mahal, untuk mendapatkan stok pedagang harus membeli dari pedagang lainnya," ujarnya.

Sementara pedagang lainnya, Abbas menuturkan, meski saat ini stok minyak goreng kembali melimpah, namun ia mengaku masih sepi pembeli.

"Pembeli masih menganggap harga minyak goreng mahal karena masih berada diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu Rp 14 ribu perliternya," tambahnya.

Ia pun berharap, agar pemerintah bisa menstabilkan kembali harga minyak goreng seperti sedia kala.

"kita berharap pemerintah bisa menormalkan kembali pasoka dan harga komoditi minyak goreng ini," tutup Abbas.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved