Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Reuni Akbar DDI Mangkoso

Moderasi ala DDI Mangkoso yang Diajarkan AGH Ambo Dalle

Arham Basit mengatakan bahwa selama 84 tahun, alumni DDI telah tersebar di mana-mana, tetapi tidak kemana-mana.

Tayang:
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN TIMUR/Wahyudin Tamrin
Reuni Nasional dan Halal Bi Halal Akbar Alumni DDI Mangkoso di Hotel Claro Makassar. Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Gubernur DKI Anies Baswedan juga hadir secara virtual 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejak berdiri pada 21 Desember 1938, Pondok Pesantren Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso telah melahirkan ribuan alumni.

Mereka tersebar ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Para alumni tersebut telah bekerja di berbagai bidang pekerjaan.

Seperti tentara, polisi, imam masjid, dosen, wartawan, hingga pedagang di pasar tradisional.

"Dimana-mana, alumni DDI tidak memilih porsi tertentu untuk mengabdi kepada bangsa," kata Ketua Pengurus Pusat IKA DDI Mangkoso, Arham Basit di Hotel Claro, Kamis (5/5/2022).

Arham Basit mengatakan bahwa selama 84 tahun, alumni DDI telah tersebar di mana-mana, tetapi tidak kemana-mana.

Itulah moderasi ala DDI yang diajarkan, yakni boleh kemana saja, tapi tidak meninggalkan pilar yang telah dikukuhkan oleh AGH Abdurrahman Ambo Dalle.

Diantara pilar yang disampaikan Arham Basit yakni alumni DDI dalam memahami teks agama, ialah menerima perbedaan.

Selain itu, pilar yang dipegang adalah dalam bernegara dan berbangsa, DDI menerima asas tunggal yakni pancasila.

"Silakan bapak ibu dimana-mana, tapi jangan meninggalkan pilar tersebut," katanya.

Arham Basit juga menyampaikan relasi alumni DDI sampai saat ini masih sangat kuat.

Relasi alumni dengan almamater, kata dia, seperti relasi orangtua kepada anaknya.

Menurutnya, relasi yang baik antara alumni dengan almamater, sangat penting bagi generasi penerus DDI Mangkoso.

Oleh karena itu, ia mengajak para alumni DDI Mangkoso membuat program baru yakni memberikan beasiswa bagi alumni DDI untuk belajar ke Mesir.

"Kalau ada anak-anak kita ke Mesir, kita harus memberikan bantuan dan fasilitas supaya ilmu yang dipelajari di sana, juga bermanfaat untuk bangsa dan negara," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved