Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Jalur Macet Sepanjang Mudik Lebaran Idulfitri, 1 Juta Orang Diperkirakan Masuk Sulsel

Puncak mudik diperkirakan terjadi Jumat-Sabtu (29-20/4/2022) ini. Warga Makassar berangsur mulai tinggalkan kota.

TRIBUN-TIMUR.COM/EMBA
Kepala Seksi Rencana dan Program Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Raflesia Radjuni dan pemudik yang mendatangi posko terpadu di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sabtu (23/4/2022) sore 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puncak mudik diperkirakan terjadi Jumat-Sabtu (29-20/4/2022) ini.

Warga Makassar berangsur mulai tinggalkan kota.

Beberapa rumah di kompleks mulai tergembok. Shaf jamaah Salat Tarawih di masjid semakin terdepan.

Beberapa pengurus masjid di kompleks khawatir tidak bisa melaksanakan Salat Idulfitri karena jamaah ramai-ramai pulang kampung.

Maklum, mereka sudah dua tahun tidak bisa Lebaran di kampung karena pandemi Covid-19.

Aktivitas masyarakat sepekan terakhir jelang Lebaran Idulfitri meningkat di Kota Makassar.

Seperti kepadatan manusia di pusat perbelanjaan hingga mengakibatkan antrean panjang di sejumlah ruas jalan.

Pantauan Tribun, nyaris semua ruas jalan yang mengarah ke pusat perbelanjaan diwarnai kepadatan kendaraan.

Suasana pusat perbelanjaan Mtos, Minggu (24/4/2022)
Suasana pusat perbelanjaan Mtos, Minggu (24/4/2022) (KASWADI/TRIBUN TIMUR)

“Kami belum putuskan apakah melaksanakan Salat Id di masjid kompleks atau kita gabung saja di masjid. Kita masih mendata setiap malam, siapa-siapa jamaah masjid kita yang mau pulang kampung. Dan, sebagian besar mau pulang kampung, bahkan hampir juga semua pengurus masjid mau pulang kampung,” kata warga Daya, Makassar, Muh Hasim, Kamis (28/4/2022).

Beban Makassar mulai berangsur berkurang. Puncak belanja di perkirakan terjadi pertengahan pekan ini.

Puncak belanja biasanya diikuti puncak mudik.

Sepekan ini, arus jalan di Makassar macet setiap siang hingga petang. Bukan karena demo mahasiswa. Karena puncak belanja.

Seperti di ruas Jl AP Pettarani arah Mal Panakkukang Jl Boulevard, begitu juga di Jl Ratulangi arah Mal Ratu Indah dan Jl Urip Sumoharjo arah Mal MTos.

Tidak hanya itu, kemacetan juga kerap ditemui beberapa hari terakhir di batas Makassar-Gowa maupun di Jl Metro Tanjung Bunga arah batas Makassar-Takalar.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, mengatakan hal itu tidak terlepas dari banyaknya pemudik yang masuk ke Kota Makassar.

“Dari data yang diperoleh, ada sebanyak 1 juta lebih warga masyarakat yang masuk ke Sulawesi,” ujarnya saat buka puasa bersama di salah satu restoran Jl Lamaddukelleng, Makassar, Kamis (28/4/2022) malam.

Mereka, lanjut Nana Sudjana, berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia.

“Ada dari Jawa, mungkin paling banyak dari Kalimantan, Maluku sampai Papua,” ungkap Nana Sudjana.

Banyaknya jumlah pemudik itu, kata Nana telah diprediksi sebelumnya setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan adanya pelonggaran.

“Jadi saat pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran untuk mudik, kami sudah prediksi bahwa aktifitas masyarakat akan sangat meningkat,” bebernya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kata dia, pihaknya pun telah memberlakukan Operasi Ketupat.

“Operasi Ketupat ini berlaku mulai hari ini 28 April sampai 9 Mei, jadi selama 12 hari,” tuturnya.

Untuk Sulsel, sebanyak 4.409 personel gabungan yang terdiri dari TNI Polri dan instansi terkait dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2022.

Terdiri dari 2.200 lebih anggota Polri, kemudian 2.100 lebih instansi terkait seperti TNI, Pemda, Satpol PP, Dishub, tenaga kesehatan dan organisasi kemasyarakatan.

Penumpang Kapal

Ribuan penumpang datang dan pergi di di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar H-4 lebaran, Kamis (28/4/2022).

Ada empat kapal yang berlabuh, kemarin. Tiga kapal lanjut perjalanan sementara satu bermalam di pelabuhan.

Pertama Kapal KM Gunung Dempo dari Bau-bau dan lanjut ke Surabaya.

Sebanyak 966 penumpang yang turun dari kapal ini. 417 lanjut dan 1.105 naik dari Makassar.

Kemudian Kapal KM Leuser datang dari Bau-bau dan lanjut ke Labuan Bajo.
Kapal ini menurunkan 196 penumpang. 353 lanjut dan 612 naik dari Makassar.

Ketiga Kapal KM Tilongkabila datang dari Bau-bau dan lanjut ke Bima.
Sebanyak 252 penumpang turun dari kapal ini. 45 lanjut dan 915 naik dari Makassar.

“Kalau kapal KM Bukit Siguntang, belum ada data penumpangnya, karena datang sore hari. Kapal ini akan lanjut besok,” kata seorang petugas di Pelabuhan, Iskandar.

Kapal tersebut datang dari Balikpapan dan juga menurunkan ratusan penumpang.

Namun data tersebut belum terekap hari ini.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Kantor Otoritas Pelabuhan Makassar, Ghoefron mengatakan, sejauh ini fasilitas di pelabuhan dan kapal masih bisa menampung hingga 20 ribu penumpang.

Meskipun diprediksi akan terjadi lonjakan.

“Kapasitas yang kita sediakan di Pelabuhan Makassar cukup besar. Selama kapasitas tersedia kita akan memberikan layanan,” katanya.

Kapasitas yang disediakan di Makassar, kata dia yaitu sekitar 20.683 kapasitas penumpang.

“Tetapi dalam kondisi memaksa jika diizinkan, masih bisa ditambah 10 ribu. Tapi ini di masa pandemi jadi kita kurangi kapasitas penumpang,” katanya.

Untuk kapal Pelni, tersedia 14 unit. Jumlah tersebut mampu menampung sekitar 20 ribu.

Selain itu, juga ada kapal swasta yang beroperasi di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar sebanyak 24 unit.

Dengan jumlah tersebut dapat menampung hingga 25 ribu penumpang.

Dia mengimbau kepada calon penumpang untuk membeli tiket lebih awal.

Hal itu untuk mengantisipasi melonjaknya masyarakat yang membeli tiket jelang lebaran.

“Selain itu, jangan lupa melengkapi vaksin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Bagi masyarakat yang baru melakukan vaksin pertama, harus menyertakan hasil tes PCR.

Kemudian bagi yang telah melakukan vaksin kedua, hanya hasil tes antigen.
Sementara yang sudah melakukan vaksin booster, calon penumpang tidak perlu melakukan tes PCR maupun antigen.

Baca selengkapnya di HL Tribun Timur edisi Jumat (29/4/2022). (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved