Zakat
Danny-Rudianto Lallo Ajak Warga Makassar Tunaikan Zakat
Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo tak pernah ketinggalan dalam agenda gerakan salat subuh berjamaah Pemerintah Kota Makassar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo tak pernah ketinggalan dalam agenda gerakan salat subuh berjamaah Pemerintah Kota Makassar.
Tiga kali berturut-turut, RL- sapaan karibnya hadir diantara ribuan jemaah yang ikut dalam gerakan tersebut.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto kemudian memuji kesetiaan Rudianto Lallo saat menyampaikan pidato atau ceramah usai salat subuh.
"Dalam program Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamaah ini, ada sosok ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo yang senantiasa bersama kita selama program ini dilaksanakan," ucap Danny Pomanto, Minggu (22/4/2022).
"Mari kita berikan tepuk tangan atas kesetiaan dan perhatian Ketua DPRD Makassar," sambungnya.
Danny juga mengapresiasi kehadiran jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar lainnya.
"Mereka semua yang membantu mensukseskan program Pemerintah Kota Makassar," katanya.
Pada Gerakan Salat Subuh yang terakhir pada Ramadhan ini, Wali Kota Danny Pomanto menyampaikan beberapa hal penting ke seluruh warga Kota Makassar.
Salah satunya mengajak masyarakat untuk menunaikan salat.
Danny menegaskan, zakat bukan untuk orang lain melainkan untuk diri sendiri.
"Di 10 terakhir ramadhan ini, saya mengajak seluruh warga untuk menyalurkan zakatnya ke badan amil zakat nasional (Baznas) Kota Makassar," tegasnya.
Dalam rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menyampaikan, zakat fitrah adalah kewajiban bagi umat muslim.
Zakat Fitrah ini hanya dilakukan sekali dalam setahun, yakni pada bulan Ramahan.
"Pentingnya zakat ini ada pada rukun islam yang keempat. Jadi Seruan Pak Walikota dan Ibu Wakil Walikota itu bukan untuk dirinya, ini untuk diri kita masing-masing," tuturnya.
Menurutnya, zakat fitrah bukan hanya membagikan sebagian harta bagi muslim yang mampu.
Tetapi sebagai upaya untuk membersihkan diri dan menyempurnakan ibadan puasa.
"Berzakat itu menyucikan jiwa manusia dari sifat keji, kikir, pelit, rakus, dan tamak. serta membersihkan jiwa dari rasa bakhil dan berbagai akhlak tercela," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ramadan-24.jpg)