15 Box Daging Babi Segar Tanpa Dokumen Digagalkan Karantina Pertanian Parepare

Penemuan berawal ketika pemilik mengaku media pembawa dari karantina ikan.

Penulis: M Yaumil | Editor: Waode Nurmin
TribunParepare.com/M.Yaumil
petugas karantina mengecek box daging babi tak berdokumen bersama KSOP di dermaga Pelabuhan Nusantara, Jalan Andi Cammi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sabtu (23/4/2022) siang. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - 15 box daging babi tanpa dokumen gagal dikirim ke Samarinda melalui Pelabuhan Nusantara, Jalan Andi Cammi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sabtu (23/4/2022) siang.

15 box daging babi seberat 300 kilo gram tertahan sebelum memasuki kapal yang akan menuju Samarinda.

Dokter Hewan Karantina Pertanian Parepare, Dr. Indarti mengatakan daging babi tersebut hendak dikirim dari Makassar menuju Samarinda.

Namun sayangnya daging babi itu tidak memiliki dokumen yang lengkap

"Daging 15 box itu tidak dilengkapi syarat dan dokumen dari karantina hewan," ujarnya.

Daging tersebut disita di kantor Stasiun Karantina Pertanian Parepare.

"Untuk saat ini kita sita sementara sampai dokumen dan syarat dilengkapi," imbuh Dokter Hewan itu

Dr. Indarti menjelaskan daging yang akan melintas harus dilengkapi SKKH dari Dinas Peternakan.

Lanjut, daging itu juga dilakukan uji laboratorium untuk mengecek penyakit pada media pembawa atau daging.

"SKKH dari Dinas Peternakan dan uji lab pada media pembawa atau daging," jelasnya.

Jika dokumen tidak dilengkapi dalam waktu tertentu maka daging akan dikembalikan.

"Kita lakukan penolakan dan akan kami kembalikan kepada pemiliknya," kata Dr. Indarti.

Selain daging tanpa dokumen, pemilik juga diduga memalsukan dokumen.

Penemuan berawal ketika pemilik mengaku media pembawa dari karantina ikan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved