11 Aplikasi HP Android dan iPhone Mau Diblokir Pemerintah, Termasuk Aplikasi Sholat, Azan, Al Quran

Sebanyak 11 aplikasi di smartphone Android dan iPhone terancam diblokir pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI / Kemenkominfo

Editor: Edi Sumardi
TIMES HIGHER EDUCATION
Ilustrasi aplikasi di HP iPhone. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 11 aplikasi di smartphone Android dan iPhone terancam diblokir pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI atau Kemenkominfo.

Aplikasi tersebut termasuk aplikasi shalat, azan, Al Quran.

Ancaman pemblokiran muncul sehubungan dengan adanya laporan jika aplikasi tersebut diduga mencuri data pribadi pengguna dan berpotensi disalahgunakan.

Data-data pribadi yang berpotensi dicuri, antara lain nomor ponsel, alamat e-mail, nomor IMEI, data GPS, dan lainnya.

Kementerian Kominfo pun sudah menginstruksikan kepada pengembang (developer) 11 aplikasi mobile tersebut untuk melakukan perbaikan sistem bila tetap ingin bisa diakses oleh pengguna di Indonesia.

Apabila tidak segera diindahkan, Kementerian Kominfo akan menutup akses atau memblokir 11 aplikasi mobile tersebut.

"Kami sudah menyampaikan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari aplikasi tersebut untuk segera melakukan perbaikan sistem dan juga menutup fitur-fitur yang berpotensi untuk adanya pelanggaran pelindungan data pribadi," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam siaran persnya, Sabtu (23/4/2022).

Adapun tenggat waktu yang diberikan Kominfo adalah selama 3 hari, terhitung sejak Kamis (23/4/2022) dan berakhir pada hari ini, Sabtu (23/4/2022).

Menurut Dedy Permadi, jika dalam waktu tiga hari PSE tidak melakukan perbaikan, maka Kominfo akan melakukan penutupan akses.

Bila akses ditutup, 11 aplikasi mobile itu tidak bisa lagi digunakan lagi oleh masyarakat Indonesia.

"Jadi kami memberikan waktu tiga hari sejak kemarin (Kamis) ya, untuk perbaikan sistem di aplikasi-aplikasi tersebut. Jika tidak dilakukan, maka kami akan melakukan penutupan akses terhadap aplikasi-aplikasi tersebut baik di Google Play Store maupun App Store," kata Dedy Permadi.

Menurut Dedy Permadi, pihak Kominfo telah menyampaikan secara resmi kepada 11 PSE aplikasi mobile tersebut untuk mengikuti aturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Adapun bentuk penyampaiannya, telah disampaikan melalui surat resmi. Di antara aplikasi-aplikasi itu, kami sudah memiliki daftarnya, mana aplikasi yang memang terbukti memiliki fitur mengandung potensi untuk melakukan pelanggaran data pribadi," kata Dedy Permadi.

Daftar 11 aplikasi

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved