Perang Rusia Ukraina
Amerika Serikat Pasok Meriam Howitzer ke Ukraina, Pertempuran Akan Semakin Panas
Menurut Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Donbass jadi fokus serangan lantaran kota itu merupakan pusat milisi pemberontak yang didukung Rusia
TRIBUN-TIMUR.COM - Perang Rusia vs Ukraina telah memasuki fase kedua serangan sejak awal pekan lalu. Pertempuran diyakini akan semakin panas beberapa hari ke depan.
Saat ini, Rusia fokus melakukan serangan ke Ukraina bagian timur yakni, di Donbass.
Namun menurut Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Rusia tengah menyiapkan strategi serangan besar-besaran.
Menurut Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Donbass jadi fokus serangan lantaran kota itu merupakan pusat milisi pemberontak yang didukung oleh Rusia.
"Kami pikir serangan ini adalah awal dari operasi ofensif yang lebih besar yang direncanakan Rusia untuk dilakukan," kata pejabat Kemhan AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk berbagi rincian baru dari penilaian Pentagon tentang perang, dikutip CNBC International, Rabu (20/4/2022).
Pejabat itu menambahkan bahwa AS telah mengamati beberapa serangan darat. Termasuk beberapa tembakan jarak jauh dan pemboman artileri.
Ia juga mengatakan bahwa belum semua pasukan Rusia telah dikerahkan kembali ke pertempuran di Ukraina.
AS sendiri kemarin berkomitmen kembali memberi paket bantuan ke Ukraina hingga US$ 800 juta. Paket itu juga termasuk altileri.
Minggu ini, AS juga telah mengirim meriam howitzer ke pasukan Ukraina, senjata berat yang membutuhkan pelatihan untuk digunakan.
Senin, Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan anggota layanan AS akan melatih sejumlah kecil orang Ukraina tentang cara menggunakannya.
Howitzer berbeda dari jenis meriam artileri lainnya dalam hal trayektori penembakannya.
Howitzer menembak dalam sudut tinggi dan memiliki daya penghancur yang sangat besar karena proyektil yang dilontarkan.
Howitzer modern dapat ditarik kendaraan militer atau berpenggerak sendiri.
Sementara itu, Ukraina pun mengakui skala pertempuran yang makin meningkat terutama Donbass.
Bahkan, kota Kreminna disebut telah jatuh ke tangan Rusia dan pertempuran hebat masih terjadi di Donetsk dan Izyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/howitzer.jpg)