PLTS Hybrid Selayar Terbesar di Sulsel Resmi Beroperasi, Dapat Mengurangi Emisi Karbon
PLTS Hybrid Selayar turut memberikan sumbangsih dalam menurunkan emisi karbon sebesar 1.400 ton CO2 per tahun.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT PLN (Persero) telah resmi mengoperasikan salah satu infrastruktur Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid dengan kapasitas 1,3 Mega Wattpeak (MWp) itu terletak di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Selayar.
PLTS Hybrid milik PLN tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,46 hektare (ha) dengan total investasi Rp 39,5 miliar.
Direktur PLN Regional Sulawesi,Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Adi Priyanto berharap hadirnya PLTS Hybrid Selayar ini menjadi trigger untuk berinovasi dalam mengembangkan potensi sumber energi terbarukan.
Seperti energi matahari, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), geothermal, dan bentuk energi terbarukan lainnya.
"Selain untuk meningkatkan keandalan sistem di Pulau Selayar, PLTS terbesar di Sulsel ini bakal meningkatkan bauran EBT, serta mendukung komitmen Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 dalam mencapai net zero emmission pada tahun 2060," kata Adi via rilis, Sabtu (16/4/2022).
GM PT PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid menjelaskan bahwa PLTS Hybrid Selayar turut memberikan sumbangsih dalam menurunkan emisi karbon sebesar 1.400 ton CO2 per tahun.
"Dengan beroperasinya PLTS di sistem kelistrikan pulau Selayar, perhitungan kami dapat menghemat biaya operasional sampai dengan Rp.16,5 Milyar per tahun dan yang utama adalah dapat mengurangi penggunaan energi fosil dan menekan emisi karbon," kata Awaluddin.
Awaluddin pun berterima kasih kepada seluruh stakeholder dan mitra kerja yang terlibat dalam pembangunan ini.
“Berkat koordinasi yang baik PLTS ini dapat rampung serta menjadi berkah bagi masyarakat Selayar," tuturnya.
Diselesaikan PLN dalam Waktu Singkat
Pembangunan PLTS terbesar di Sulsel ini merupakan prestasi tersendiri bagi PLN dan stakeholders yang terlibat karena masa kontruksi dapat diselesaikan dalam waktu singkat yaitu kurang dari 6 bulan.
Proses pembangunan PLTS Hybrid Selayar ditandai dengan penandatangan kontrak yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2021.
Pekerjaan proyek ini dimulai dari site preparation dan pembersihan pahan pada bulan Mei-Juni 2021.
Kemudian dilanjutkan dengan Pekerjaan Konstruksi pada bulan Juli-November 2021.