Forum Dosen Bahas Survei Kompas
Anak Muda Sulsel Lebih Khawatir Karier Ketimbang Jodoh, Ini Kata Akademisi
Salah satu hasil survei dipaparkan tim riset Kompas, Tiara Wahyuningsih ialah anak muda Sulsel lebih khawatir mengenai karier dibanding jodoh.
Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baru-baru ini Litbang Kompas melakukan survei terhadap perubahan sikap anak muda di Indonesia.
Hal tersebut memantik Forum Dosen untuk membuat sebuah diskusi mengenai hasil survei tersebut.
Secara khusus pada perubahan sikap anak muda di Makassar.
Diskusi forum dosen ini dilaksanakan secara blended, di Kantor Tribun Timur, zoom meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Tribun Timur, Kamis (14/4/2022) sore.
Salah satu hasil survei yang dipaparkan tim riset Kompas, Tiara Wahyuningsih ialah anak muda Sulsel lebih khawatir mengenai karir di masa depan ketimbang jodoh.
Menanggapi data tersebut, Dosen Fakultas Teknik UMI Dr Naidang Naing mengatakan, data yang ditemukan oleh Litbang Kompas sangat menarik.
Satu hal yang membuat Dr Naidang Naing tertarik yaitu tingginya angka ketertarikan anak muda terhadap pekerjaan ketimbang memikirkan jodoh.
Kalau dulunya, kata Dr Naidang Naing, anak muda ketika selesai kuliah, langsung disuruh menikah.
"Kekhawatiran untuk menjadi perawan tua atau perjaka tua bagi anak muda zaman dulu itu lebih tinggi dibanding pekerjaan," katanya.
Sementara sekarang, berdasarkan hasil survei Kompas, kekhawatiran anak muda lebih tinggi terhadap karier dibanding jodoh.
Dr Naidang Naing melihat perubahan tersebut karena dipengaruhi dengan perkembangan trend bonus demografi.
Di tahun 2034, kata dia, penduduk Indonesia akan lebih banyak yang berada di usia produktif daripada non produktif.
Hal tersebut menandakan bahwa anak muda sekarang, khususnya di Sulawesi sudah memiliki prediksi masa depannya.
Anak muda telah memikirkan tentang bagaimana dia bersaing dalam menghadapi bonus demografi.
"Ini berarti bahwa jumlah usia produktif tidak dibarengi dengan jumlah tenaga kerja. Sehingga menyebabkan persaingan secara positif untuk memikirkan masa depannya ketimbang memikirkan jodoh," katanya.