Satukan Persepsi Lewat Moderasi Beragama, Kemenag Sulsel Turunkan Penyuluh di Tengah Masyarakat
Atas dasar tersebut, Kementerian Agama membuat inovasi untuk menyatukan persepsi, yakni moderasi beragama.
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan.
Baik suku, etnis, budaya, adat hingga sistem kepercayaan.
Atas dasar tersebut, Kementerian Agama membuat inovasi untuk menyatukan persepsi, yakni moderasi beragama.
Melalui program ini, diharapkan ditengah masyarakat yang majemuk tercipta sikap toleran.
Artinya dapat menerima segala perbedaan, hidup rukun, damai dan harmonis antara sesama manusia.
Begitupun di Sulawesi Selatan (Sulsel), melalui Kemenag Sulsel, program ini telah berjalan.
Seperti yang disampaikan oleh Sub kordinator kepenghuluan pada Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Andi Moh Rezky Darma, MM.
Ia menjadi pembicara dalam Live membumikan agama seri#24.
Acara berlangsung virtual di kanal YouTube Tribun Timur.
Program dipandu oleh host Gunawan, Rabu (13/4/2022).
Turut hadir sebagai narasumber tingkat kabupaten.
Ada Kepala KUA Mallusetasi, Kabupaten Barru, H Muhajirin Saleh.
Kemudian ada juga Kepala KUA Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, H Abd Wahid Arif, MA.
Andi Moh Rezky Darma mengatakan, Program Moderasi Beragama (PMB) masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah 2022-2024 pemerintahan presiden Joko Widodo.