Ketahuan Pekerjaan Ade Armando Sesungguhnya, Bukan Buzzer atau YouTuber dan Jurnalis, Ada Datanya
Ade Armando (60) bernasib apes. Suami Nina M Armando itu dikeroyok di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, saat hendak membuat konten YouTube
TRIBUN-TIMUR.COM - Dua hari lalu, Senin (11/4/2022), Ade Armando (60) bernasib apes.
Suami Nina M Armando itu dikeroyok di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, saat hendak membuat konten YouTube terkait dengan demo penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga 3 periode dan sejumlah masalah ekonomi di Tanah Air.
Akibat pengeroyokan itu, Ade Armando mengalami luka serius di tubuhnya dan pendarahan di otak.
Hingga pada hari ini, dia masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit, di Jakarta.
Polisi juga telah menangkap 3 dari 6 orang yang teridentifikasi mengeroyok Ade Armando.
Ketiganya adalah Muhammad Bagja, Komar, dan Dhia Ul Haq.
Sementara yang masih buron adalah Abdul Latip, Abdul Manaf, dan Ade Purnama.
Dari hasil penangkapan tersebut diketahui jika Muhammad Bagja dan Komar bukan berstatus mahasiswa.
Keduanya ditangkap di daerah Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.
Sementara Dia Ul Haq ditangkap di sebuah pondok pesantren di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Kronologi pengeroyokan
Pengeroyokan terhadap Ade Armando bermula saat aksi yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dibubarkan sekitar pukul 15.30 WIB, setelah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tiga wakil ketua DPR RI menemui massa aksi.
Tak berapa lama, suasana yang tadinya kondusif tiba-tiba menjadi ricuh di sisi barat.
Bersamaan dengan masuknya Kapolri dan tiga wakil rakyat, hampir semua aparat kepolisian turut masuk ke dalam kompleks DPR RI.
Aksi saling lempar botol minuman kemudian terjadi.
Massa yang mengenakan jas almamater mahasiswa mundur ke arah timur, sedangkan sekelompok pemuda berpakaian bebas terlihat melempar-lemparkan benda.
Pukul 15.39 WIB, sebuah ban dibakar di depan gerbang DPR RI.
Tak jauh dari sana, ada orang berkerumun seperti sedang berselisih.
Terlihat beberapa orang sedang melerai seorang pria yang berselisih, tetapi berujung perkelahian.
Di belakang pria itu, terlihat Ade Armando sudah terkapar tak berdaya di aspal.
Tubuhnya berdarah.
Pakaiannya sudah dilucuti.
Dia hanya memakai celana dalam dan baju yang sedikit robek.
Meski sudah tak berdaya, Ade Armando terlihat masih diinjak sejumlah orang.
Di saat yang bersamaan, beberapa orang menghalau orang-orang tersebut mengeroyok Ade Armando.
"Udah, udah, ini polisi!" teriak orang yang menghalau tersebut.
Sementara versi Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Nong Darol Mahmada, pengeroyokan Ade Armando diduga dipicu oleh makian seorang perempuan.
Mulanya, Ade Armando sekaligus pegiat media sosial berada di lokasi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR pada Senin, tepatnya pukul 14.00 WIB.
Kehadiran Ade Armando di sana untuk membuat konten YouTube dan media sosial Gerakan PIS.
Pukul 15.35 WIB, tim menyepakati untuk menyudahi peliputan.
Posisinya saat itu Ade Armando dan tim ada di depan pintu gerbang utama DPR.
"Pukul 15.40 tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim," kata Nong Darol Mahmada.
Pukul 15.41 WIB, Ade Armando dan tim kemudian mundur ke dinding pagar DPR.
Kemudian mereka didatangi massa yang mendorong-dorong Ade Armando.
Lalu, tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR.
Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif.
"Beberapa saat kemudian dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang. Sebelumnya mereka mengepung Ade dan tim. Sepertinya pengepungan dilakukan untuk menutup penyerangan dari pantauan petugas," tutur Nong Darol Mahmada.
Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli, tetapi tim kemudian terjatuh dan terpental.
Karena tidak bisa menolong, tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan.
Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan. Setelah diamankan dan ditarik ke dalam gedung DPR oleh pihak kepolisian, Ade Armando mendapatkan penanganan dari dokter polisi pada jam 16.10 WIB.
"Kondisinya sadar, bisa berkomunikasi dan menghubungi keluarganya," ucap Nong Darol Mahmada.
Karena ada penyekatan massa, Ade Armando baru bisa dievakuasi dan sekitar jam 18.00 sampai ke rumah sakit.
"Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya," ujar Nong Darol Mahmada.
"Hasil pemeriksaan dokter menunjukan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah," lanjut dia.
Kondisinya terkini
Bagaimana kondisi Ade Armando kini?
Kabar terbaru, kondisinya mulai membaik.
"Kalau komunikasi, alhamdulillah, Bang Ade baik, ngobrol, ketawa," ujar Nong Darol Mahmada, Rabu (13/4/2022).
Dia mengatakan, saat ini Ade Armando masih dirawat inap di ruang High Care Unit (HCU), Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.
Meski membaik, kata Nong Darol Mahmada, kondisi Ade Armando masih harus dipantau oleh dokter.
"(Ade Armando) masih di ruang HCU belum ada kabar pindah atau apa-apa. Jadi masih di ruang intensif untuk dipantau pemulihannya oleh tim dokter," kata Nong Darol Mahmada.
Siapa Ade Armando sebenarnya?
Pengeroyokan Ade Armando diduga kuat tak lepas dari sosoknya yang selama ini kontroversial.
Dia pernah menyinggung agama tertentu, kerap menyerang kelompok yang kontra terhadap pemerintah, dan memuja-muji pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi.
Konten-konten Ade Armando yang kontroversial terbesar melalui media sosial Twitter, YouTube, Facebook, dan Instagram.
Ade Armando dikenal sebagai pegiat media sosial dan kerap dituding sebagai buzzer pemerintah.
Sebelum menjadi sosok seperti sekarang, Ade Armando pernah menjabat sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004–2007), dan Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi Internews (2001–2002).
Apa sih sebenarnya profesi utama Ade Armando?
Membuat konten di media sosial atau memuja-muji pemerintah ternyata bukanlah profesinya.

Mungkin banyak yang belum tahu, jika Ade Armando yang dikeroyok di tengah gerombolan mahasiswa ternyata adalah seorang dosen Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia.
Dia pernah menjabat Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Ade Armando juga berstatus PNS atau ASN dengan NIP 196109241990031002 sebagaimana data dimuat di laman resmi UI.(*)