Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2022

Ribuan Jamaah Salat Subuh di Anjungan Pantai Losari, dari RT/RW hingga Wali Kota Makassar

Gerakan salat subuh berjamaah yang diinisiasi Wali Kota Makassar Danny Pomanto kembali digalakkan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Humas Pemkot Makassar
Salat subuh berjamaah di Anjungan Pantai Losari, Minggu (10/4/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gerakan salat subuh berjamaah yang diinisiasi Wali Kota Makassar Danny Pomanto kembali digalakkan.

Salat subuh berjamaah akan dilakukan selama bulan ramadan setiap hari Minggu.

Subuh tadi, Minggu (10/4/2022) ribuan orang memadati anjungan Pantai Losari untuk salat subuh berjamaah.

Mulai dari anjungan City of Makassar hingga Toraja.

Selain dihadiri pegawai Pemkot Makassar, juga hadir Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Makassar, salah satunya Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi juga hadir dalam giat ini, termasuk camat, lurah, barisan RT/RW, hingga masyarakat.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, salat subuh berjamaah sudah dicanangkan sejak periode pertamanya.

Namun setelah meninggalkan Pemkot Makassar, program tersebut tak lagi berjalan.

"Kegiatan rutin yang saya lakukan periode pertama yaitu setiap bulan, dan akan dilaksanakan setiap Minggu di bulan ramadan," ucap Danny Pomanto, Minggu (10/4/2022).

Melihat antusias masyarakat, Danny Pomanto menilai rupanya masyarakat sangat rindu dengan ibadah berjamaah seperti ini.

Tema dalam kegiatan salat subuh berjamaah ini ialah 'Jagai Anakta Jagai Kotata'.

Danny menitip pesan kepada masyarakat untuk terus menjaga anaknya dari hal-hal negatif.

Misalnya terlibat dalam perkelahian kelompok, balap liar hingga kriminalitas lainnya.

"Kalau semua jaga anaknya maka semua akan menjaga kotanya, jadi pendekatan itulah yang menjadi bagian dari semangat kita salat subuh berjamaah," terangnya.

Wali Kota Makassar dua periode ini juga mengundang perwakilan organisasi masyarakat (ormas) untuk melakukan ceramah.

Ada empat ustaz dihadirkan, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, dan Baznas Makassar..

Masing-masing diberi waktu selama tujuh menit untuk memberi ceramah dalam rangka memperkuat keimanan ummat Islam dari ormas Islam secara merata.

"Kita hadirkan empat ustaz yang terdiri dari ormas Islam, sehingga masyarakat bisa mendapatkan angle  perkuatan keimanan ummat Islam lewat empat pandangan pandangan seperti yang kita lihat Ini, tidak lain adalah pencerahan kemudian kekompakan silaturahmi dan menyamakan serta menshare informasi," pungkas Danny Pomanto. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved