Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Denny Siregar

Mahasiswa Demo Pertamax Naik, DS: Mahasewa Itu Apa Gak Paham ya Mana BBM Bersubsidi Mana yang Nggak?

Sejumlah pemuda mengatasnamakan aliansi mahasiswa Tasikmalaya menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM jenis Pertamax....

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Sekelompok mahasiswa berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM di depan kantor Depo Pertamina Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/4/2022).(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA) dan Denny Siregar (YouTube CokroTV). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti aksi mahasiwa yang demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.

Diketahui, salah satu demo kenaikan harga Pertamax dilakukan pemuda yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa Tasikmalaya di depan kantor Depo Pertamina Tasikmalaya pada Senin (4/4/2022).

Denny Siregar pun menyentil mahasiswa tersebut.

Sahabat Abu Janda dan Eko Kuntadhi itu bahkan pelesetkan mahasiswa jadi mahasewa.

Denny Siregar mempertanyakan mahasiswa mendemo apa lantaran Pertamax merupakan BBM nonsubsidi.

"Mahasewa itu apa gak paham ya mana BBM bersubsidi mana yang nggak ?

Lha trus kalo mereka demo Pertamax, yang mereka demo itu apa ya ?," tulis Denny Siregar lewat cuitan di akun Twitter @Dennysiregar7, Kamis (7/4/2022) pukul 9.41 malam, dikutip Tribun-timur.com.

Dilansir Tribun-timur.com dari Kompas.com, sejumlah pemuda mengatasnamakan aliansi mahasiswa Tasikmalaya menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM jenis Pertamax di depan kantor Depo Pertamina Tasikmalaya pada Senin (4/4/2022).

Mereka mengatakan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax bisa menjadi awal mula kenaikan BBM subsidi Pertalite dan Solar.

Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan dorong-dorongan antara petugas polisi dan para mahasiswa saat pengunjung rasa dilarang membakaran ban bekas.

"Kalau kita tidak turun ke jalan, nanti semua harga BBM akan seenaknya dinaikkan. Sekarang harga Pertamax naik, nanti kalau tak ada protes dari rakyat, harga Pertalite dan Solar yang subsidi akan mudah dinaikan harganya. Makanya kita menolak kenaikan BBM jenis Pertamax," jelas salah seorang orator mahasiswa saat unjukrasa di sepan kantor Pertamina, Tasikmalaya, Senin (4/4/2022) siang.

Pantauan Kompas.com, sebelum puluhan mahasiswa datang ke kantor Pertamina untuk unjuk rasa, puluhan Kepolisian sudah siaga mengamankan jalannya aksi di depan gerbang Kantor Pertamina, Jalan Garuda nomor 1 Kota Tasikmalaya.

Para mahasiswa pun langsung menggelar aksi di depan gerbang kantor Pertamina sembari membawa beberapa ban bekas yang akan dibakar di depan Depo Pertamina Tasikmalaya.

Sontak, beberapa petugas Kepolisian dan Satpam Kantor Pertamina langsung berupaya memadamkan api tersebut karena membahayakan kantor.

"Padamkan woi, padamkan ini objek vital, objek vital," teriak salah seorang petugas Kepolisian berseragam lengkap membubarkan aksi bakar ban.

Meski sempat hendak dibubarkan petugas Kepolisian, para mahasiswa tetap bersikukuh melanjutkan aksinya dengan penjagaan ketat petugas Kepolisian.

Harga Pertamax Naik

Diberitakan sebelumnya, harga Pertamax resmi naik pada Jumat 1 April 2022, 

Kini, harga Pertamax Rp 12.500 hingga Rp 12.750 per liter.

Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp 9.000 - Rp 9.400 per liter.

Namun, kenaikan harga BBM yang mengandung Research Octan Number (RON) 92 itu hanya berlaku di sebagian wilayah di Indonesia.

Tak berlaku di Pulau Sumatera dan Jawa.

Dalam siaran persnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan menaikkan harga Pertamax di 16 provinsi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Kenaikan harga Pertamax terjadi karena adanya penyesuaian dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Pada dasarnya kenaikan harga ditetapkan beragam di masing-masing provinsi.

Kali ini kenaikan harga Pertamax berkisar Rp 3.500 per liter hingga Rp 3.550 per liter.

Seperti pada wilayah Bali harga Pertamax menjadi dibanderol Rp 12.500, naik dari sebelumnya yang seharga Rp 9.000 per liter, begitu pula di Maluku naik menjadi Rp 12.750 per liter dari sebelumnya Rp 9.200 per liter.

Rincian harga Pertamax

Berikut rincian 16 provinsi di Indonesia dengan harga terbaru Pertamax:

*Harga Rp 12.500

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT).

*Harga 12.750

  • Provinsi Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Barat
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua Papua Barat.

(Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin, Kompas.com/ Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved