Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perang Rusia Ukraina

Jet Tempur Su-35S Flanker E Rusia Hancur Disikat Rudal Ukraina, Pesawat Ini Nyaris Dibeli Indonesia

Namun hingga saat ini, Rusia belum mampu menaklukkan negara yang dipimpin Volodymyr Zelenski tersebut. 

Tayang:
Editor: Muh. Irham
int
Penampakan jet tempur Su-35S Flanker-E milik Rusia 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sudah lebih satu bulan Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Namun hingga saat ini, Rusia belum mampu menaklukkan negara yang dipimpin Volodymyr Zelenski tersebut. 

Rusia bahkan telah mengerahkan senjata-senjata canggih yang mereka miliki untuk menggempur Ukraina dari berbagai penjuru. Rusia juga telah mengerahkan pesawat-pesawat tempur yang selama ini dianggap paling canggih di kelasnya. 

Namun hingga saat ini, militer Ukraina masih mampu menahan gempuran pasukan Rusia tersebut. 

Pasukan Rusia bahkan disebut telah menemui jalan buntu untuk menaklukkan pasukan Ukraina. Kota Kyiv yang selama ini diincar oleh pasukan Rusia, tak mampu ditembus.

Bahkan, pasukan Rusia dikabarkan mulai mundur dari kota-kota di pinggiran Kyiv yang selama ini mereka duduki.

Kabar buruk terakhir, jet tempur andalan mereka, SU-35 dilaporkan hancur ditembak jatuh di dekat wilayah Kharkiv.

Dalam sebuah video yang menjadi viral, diperlihatkan saat pesawat itu ditembak jatuh.

Sebuah jet yang terbakar terlihat jatuh dari langit sebelum jatuh ke tanah dan meledak.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Anton Gerashchenko membenarkan bahwa Su-35 ditembak jatuh oleh pasukan Ukraina.

"Kerusakan senilai 50 juta dolar untuk raksasa!" tulis dia di media sosial, seperti dikutip Mail Online, Senin (4/4/2022).

Gerashchenko melaporkan bahwa pilot jet tempur Rusia itu terlontar dan mencoba melarikan diri, tetapi kemudian ditangkap pasukan Kiev.

Su-35S Flanker E adalah varian generasi 4++ dari pesawat Su-27 Flanker.

Para ahli percaya bahwa pilot sedang melakukan misi SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses) alias "menindas" sistem pertahanan udara lawan dengan Su-35S Flanker-E-nya.

Ini adalah strategi militer yang diadopsi oleh angkatan udara di seluruh dunia untuk menekan pertahanan udara musuh dengan menghilangkan kemampuan rudal dan radar anti-pesawat mereka.

Berdasarkan sisa-sisa yang ditemukan di medan perang, para ahli sepakat bahwa pesawat Rusia ditujukan untuk menghancurkan sistem pertahanan udara.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved