Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Nishfu Sya’ban Haul Puang Ramma

Nishfu artinya pertengahan dan Sya’ban adalah bulan ke-8 Hijriah menuju pintu Ramadhan, sehingga dipahami bahwa pusat (pertengahan) tahun Hijriah

Editor: Sudirman
DOK
Mahmud Suyuti, Ketua PW MATAN Sulawesi Selatan 

Mahmud Suyuti

Katib Am Jam’iyah Khalwatiyah

Nishfu artinya pertengahan dan Sya’ban adalah bulan ke-8 Hijriah menuju pintu Ramadhan, sehingga dipahami bahwa pusat (pertengahan) tahun Hijriah tepatnya pada tanggal 14-15 Sya’ban.

Pada tahun ini Nishfu sya'ban bertepatan hari ini, Jumat-Sabtu tanggal 18-19/3/2022, kita disunnahkan untuk memuliakannya dengan berbagai amalan spirit ruhaniah seperti doa, zikiran, dan ziarah kubur.

Doa yang senantiasa keluar dari bibir Nabi SAW di pertengahan bulan ini, adalah Allahumma Barik Lana fi Sya’ban wa Balligna Ramadhan (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan).

Doa Nishfu Sya'ban ini merupakan star pemanasan (warning up) untuk memasuki Ramadhan.

Zikiran, adalah konsentrasi mengingat Allah SWT.

Lazimnya santri dan jamaah tarekat bila sudah masuk ajaran tasawuf, mereka diberi bimbingan zikir yang ada tuntunannya bersumber dari Nabi SAW.

Lafaz zikir yang silsilahnya bersambung dari dan kepada Nabi saw menimbulkan energi yang sangat kuat-tembus ke Arasy, apalagi jika hal itu dilaksanakan secara berjamaah dan dipimpin seorang ulama, syekh-mursyid.

Berbagai dalil menegaskan bahwa di saat dilaksanakan zikir berjamaah, para malaikat berkumpul dan ikut berzikir, serta mengaminkan, merestui apa saja yang diminta oleh jamaah melalui doa mereka.

Ziarah Kubur adalah konsentrasi mengingat kematian.

Lazimnya sebelum berdoa untuk Ahlilqubur (penghuni kubur), terlebih dahulu membersihkan areal makam dari sampah dan dedaunan, atau mengganti bunga-bunga yang sudah kering atas makam tersebut.

Ziarah kubur disunnatkan pada kamis sore atau jumat pagi, dan pada waktu-waktu tertentu khususnya di bulan Ramadhan atau hari raya.

Namun sebagaimana yang dituturkan Aisyah bahwa Nabi saw lebih berlama-lama di pekuburan Baqi’ pada malam Nishfu Sya’ban.

Riwayat lain menyebutkan bahwa Aisyah ra bercerita, pada suatu malam ia kehilangan Nabi saw, sehingga dia mencari dan akhirnya menemukan Nabi SAW di Pekuburan Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved