Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ingat Tentara Pembunuh Osama bin Laden? Sebut AS Takut Sama Rusia yang Dipimpin Putin Kurang Waras

Dulu Rob O'Neill adalah Aanggota pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat yang membunuh Osama bin Laden.

Tayang:
Editor: Ansar
Ami Magazine
Rob O'Neill mengomentari Perang Rusia-Ukrain. Dulu jadi pasukan khusus yang bunuh Osama bin Laden 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ingat pensiunan tentara Amerika yang pernah berperang di Afganistan?

Sosok itu terkenal setelah sukses membunuh gembong teroris yang paling dicari.

Tentara juga adalah pembunuh pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden.

Pria tersebut bernama Rob ONeill. Kini ia menyindir Amerika yang takut dengan Rusia.

Padahal menurutnya Rusia kini dipimpin sosok yang dianggap kurang waras

Dulu Rob O'Neill adalah Aanggota pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat yang membunuh Osama bin Laden.

Kini menjadi sorotan karena ikut bereaksi atas perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Alasan Rusia Bertekad Bakal Rebut Ukraina Tanpa Bantuan Tiongkok

Baca juga: Pejabat Ukraina: Rusia Kemungkinan Kehabisan Sumber Daya Serang Ukraina

Sebelumnya, Rob O'Neill telah menyelesaikan 400 misi tempur selama 16 tahun dan kini percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi 'gila' dengan melancarkan invasi skala penuh terhadap Ukraina.

Dia juga terkejut dengan reaksi negaranya dan mengatakan bahwa Amerika lemah menanggapi Rusia.

Sebuah derek memindahkan mobil yang hancur dari depan gedung apartemen yang hancur setelah dibom di distrik Obolon barat laut Kyiv pada 14 Maret 2022. - Dua orang tewas pada 14 Maret 2022, saat berbagai lingkungan di ibukota Ukraina, Kyiv berada di bawah serangan penembakan dan rudal, kata pejabat kota, setelah militer Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.
Sebuah derek memindahkan mobil yang hancur dari depan gedung apartemen yang hancur setelah dibom di distrik Obolon barat laut Kyiv pada 14 Maret 2022. - Dua orang tewas pada 14 Maret 2022, saat berbagai lingkungan di ibukota Ukraina, Kyiv berada di bawah serangan penembakan dan rudal, kata pejabat kota, setelah militer Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022. (AFP)

Veteran yang telah menerima 52 bintang tanda jasa itu mengecam pemerintahan Presiden Biden setelah mereka membatalkan uji coba rudal nuklir akhir pekan lalu sementara pasukan Rusia menyerang warga yang tidak bersalah.

O'Neill yakin Pentagon lebih mengkhawatirkan masalah perubahan iklim daripada mencoba menghentikan Presiden Rusia Vladimir Putin, lapor Daily Mail.

Melansir Daily Star, Minggu (13/3/2022), dia berkata: "Anda tidak mengalahkan orang gila dengan senjata nuklir, tapi dengan kelemahan."

"Ini seperti mencoba menghentikan pengganggu sekolah dengan menenangkannya, itu omong kosong."

 "Ketika saya dulu bertugas dalam pelayanan, saya fokus pada tugas yang dapat saya selesaikan."

"Sekarang mereka (Pentagon) membuang-buang waktu dan sumber daya untuk membuat kapal perang menjadi hijau.

Baca juga: Detik-detik Tank Z Rusia Diledakkan Pasukan Ukraina seperti dalam Game Call of Duty

Baca juga: Penuh Haru, Wanita Ukraina ini Bermain Piano di Reruntuhan Rumahnya Sebelum Melarikan Diri

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved