Perang Rusia Vs Ukraina
Alasan Rusia Bertekad Bakal Rebut Ukraina Tanpa Bantuan Tiongkok
Jelang sebulan invasi Rusia terhadap Ukraina, belum ada titik temu antar dua negara. Rusia tak kunjung berhenti menggempur sejumlah kota Ukraina hing
TRIBUN-TIMUR.COM - Jelang sebulan invasi Rusia terhadap Ukraina, belum ada titik temu antar dua negara.
Rusia tak kunjung berhenti menggempur sejumlah kota Ukraina hingga negara tersebut menyerah.
Hal ini juga ditegaskan Kremlin, pimpinan kantor Presiden Vladimir Putin, dimana disebutkan Rusia mampu menguasai kota-kota besar Ukraina.
Bahkan memberikan ancaman pada negara Barat, jika Moskow memiliki kekuatan militer yang kuat untuk mencapai keinginannya di Ukraina.
Sekalipun tanpa bantuan dari negara Tiongkok.
“Kementerian pertahanan Federasi Rusia, seraya memastikan keamanan maksimal bagi penduduk sipil, tidak mengecualikan kemungkinan untuk mengendalikan penuh pusat-pusat populasi utama,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan memperingatkan bahwa China akan benar-benar menghadapi konsekuensi jika membantu Rusia menghindari sanksi besar-besaran atas perang di Ukraina.
Dilansir Reuters, Minggu (13/3/2022), Sullivan akan bertemu dengan diplomat top China Yang Jiechi di Roma, Italia, pada Senin (14/3/2022).
Dalam pertemuannya dengan Yang, Sullivan berencana memperjelas kekhawatiran Washington.
Sullivan juga akan menyampaikan konsekuensi dan meningkatnya isolasi yang akan dihadapi China secara global jika meningkatkan dukungannya terhadap Rusia, kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/foto-vladimir-putin-15032022.jpg)