Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teropong

Terasa

Perjalanan waktu menyusuri kehidupan ini terkadang orang mengatakan “tidak terasa” sudah melewati waktu sekian lamanya.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas, Abdul Gafar 

Dunia akademik penuh dengan dinamika yang selalu bertumbuh dan berkembang mengikuti situasi dan waktu yang ada.

Dalam dunia politik dan pemerintahan, masa pengabdian akan terasa begitu variatif.

Ada yang dapat bertahan hingga masa jabatan yang dipersyaratkan selesai, tuntas dengan baik dan mulus.

Namun tidak sedikit juga yang ‘terpaksa’ dihentikan di tengah masa pengabdiannya karena terlibat kasus pidana yang berat.

Jabatan terkadang membutakan mata kita akan kebenaran.

Selama ada peluang untuk berbuat sesuatu yang sifatnya menguntungkan, ‘sikat’ saja hingga bersih.

Istilah orang kebanyakan ‘aji mumpung’. Mumpung lagi punya kuasa, kuasai segera.

Kalau ada waktu sekarang, mengapa mesti ditunda besok. Kalau kamu bisa, aku pun bisa. Kalau kamu tidak bisa, aku bisa. Nah, apa ingin dikata ?

Jabatan yang terasa meninggalkan kesan enak, pasti akan dipertahankan dan diulang lagi.

Banyak contoh yang menunjukkan betapa yang terasa enak akan menjadi incaran banyak orang. Masa-masa indah dan menyenangkan selalu akan diulang, diulang, dan diulang.

Sebaliknya jika terasa tidak menyenangkan orang akan berusaha menghindarinya dengan segala cara dan upaya.

Misalnya saja di kampus, seorang tenaga pendidik berusaha menduduki posisi sebagai ketua departemen, dekan, ataupun rektor.

Begitu terlewati satu periode, ingin diulang lagi untuk masa jabatan berikutnya.

Begitu pula kondisi di luar sana. Posisi walikota, bupati, gubernur hingga presiden barulah terasa jika diulang untuk masa jabatan berikutnya.

Ada semacam candu yang selalu menggoda untuk menikmatinya terus.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved