Virus Corona
Penjelasan Dokter Mengenai Perbedaaan Batuk Biasa dan Batuk karena Varian Omicron
Setiap warga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengkonsumsi makanan sehat setiap hari.
TRIBUN-TIMUR.COM - Meski kasus Covid-19 di Indonesia mulai melandai, namun semua harus tetap waspada karena virus ini sangat menular.
Setiap warga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengkonsumsi makanan sehat setiap hari.
Baru-baru ini, kasus Omicron di Indonesia mengalami peningkatan. Akibatnya, banyak pasien yang terpaksa dirawat ke rumah sakit karena mengalami gejala flu seperti batuk dan pilek.
Tak sedikit masyarakat yang bingung dengan gejala tersebut karena mirip dengan flu musiman.
Sehingga banyak yang bertanya apakah batuk gejala Omicron dan batuk biasa bisa dibedakan?
Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi di RS Pondok Indah Puri Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, berbagai gejala akibat varian Covid-19 sangat sulit dibedakan secara klinis.
Menurutnya, saat ketika seseorang mengalami demam, disertai gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan pilek disarankan untuk melakukan tes swab (usap) PCR guna mengonfirmasi infeksi Covid-19.
"Sebenarnya gejala Omicron, Delta, Alpha, Beta, Gamma hampir sama. Gejala Omicron sama dengan (varian) yang lain dan tidak ada ciri khas atau khusus kalau (gejala) ini Omicron atau bukan," ujar Ronald dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/2/2022).
Kata Ronald, semua varian Covid-19 memiliki gejala hampir sama.
Ciri-ciri gejala Omicron:
Demam
Batuk
Pilek
Sesak napas
Sakit tenggorokan
Hilang penciuman (anosmia)
Pada kondisi kritis, bisa mengalami penurunan kesadaran
Kemudian, dr Ronald menegaskan batuk yang disebabkan karena infeksi Covid-19 varian apa pun, tidak bisa dibedakan dengan batuk atau flu biasa.
"Oleh karena itu, di era pandemi ini begitu timbul batuk, sakit tenggorokan, pilek, udah wajib untuk di-swab karena kita enggak bisa bedakan ini Covid atau bukan," papar Ronald sambil menjelaskan ciri-ciri gejala Omicron.
Lebih lanjut, Ronald mengakui memasuki gelombang ketiga Covid-19 sebagian besar pasien tidak menunjukan gejala berat.
Bahkan ada sejumlah pasien tanpa gejala.
Sehingga tren rawat inap di rumah sakit mulai berubah, daripada saat gelombang infeksi varian Dellta.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap penularan virus corona tidak dapat dilonggarkan.(*)