Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Virus Corona

WHO Umumkan Hadirnya Varian Baru Virus Corona, BA.3, Ini Gejala Seriusnya

Setelah varian Omicron, badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan hadirnya virus corona varian baru yang dinamakan BA.3.

Editor: Muh. Irham
Kompas.com/akbar bayu
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah varian Omicron, badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan hadirnya virus corona varian baru yang dinamakan BA.3.

Ini adalah varian ketiga Omicron yang berhasil ditemukan. 

Melansir Times of India, pada 5 Maret 2022, Maria Van Kerkhove, Infectious Disease Epidemiologist and COVID-19 Technical Lead di World Health Organization (WHO), mengatakan bahwa ada kesamaan dalam hal keparahan antara subvarian BA.2 dan BA.1 dari Omicron.

Dia juga menambahkan bahwa di antara semua silsilah Omicron ada juga silsilah BA.3. Meskipun gelombang ketiga COVID berkurang, tingkat risikonya tetap sama seperti sebelumnya. 

Sementara di satu sisi, pernyataan ini memberikan secercah harapan bahwa subvarian BA.2 dari Omicron yang dianggap parah adalah ringan seperti subvarian BA.1.

Tetapi di sisi lain, dengan laporan subvarian lain juga memberikan pesan bahwa pandemi belum berakhir.

Itu artinya, virus corona masih merupakan virus berbahaya yang mengintai di sekitar kita. Varian Omicron pertama kali terdeteksi pada November dan pada 26 November, WHO menetapkannya sebagai variant of concern. 

"Yang paling menonjol yang telah terdeteksi di seluruh dunia adalah BA.1, BA.1.1 dan BA.2. Ada juga BA.3 dan sub silsilah lainnya," kata Maria Van Kerkhove.

Sekilas soal varian Omicron BA.3 Sesuai informasi WHO, Omicron termasuk garis keturunan Pango B.1.1.529 dan garis keturunan Pango BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3.

Sebuah studi penelitian yang diterbitkan pada 18 Januari 2022 di Journal of Medical Virology juga telah mengkonfirmasi keberadaan sub-garis keturunan BA.3.

"Studi kami menemukan bahwa tidak ada mutasi spesifik untuk garis keturunan BA.3 pada protein spike. Sebaliknya, ini adalah kombinasi mutasi pada protein spike BA.1 dan BA.2," kata studi tersebut. 

Studi tersebut menambahkan bahwa sub silsilah BA.3 pertama kali terdeteksi di barat laut Afrika Selatan. Sesuai penelitian pada 11 Januari 2022 dari total sekuens genom yang dikirimkan ke database GISAID hanya 0,013% yang merupakan subvarian BA.3 Omikron dan yang tertinggi adalah BA.1. 

Studi lebih lanjut menemukan bahwa ada lebih sedikit mutasi pada BA.3 daripada BA.1.

Muncul pula spekulasi bahwa hilangnya mutasi mungkin menjadi alasan mengapa BA.3 memiliki jumlah infeksi yang lebih sedikit.

BA.3 telah disebut sebagai garis keturunan Omicron yang kurang lazim oleh banyak penelitian. Tingkat keparahan yang dimiliki varian virus pada tubuh manusia tergantung pada bagaimana tubuh inang bereaksi terhadap virus.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved