Warga Luwu Kecewa, Panitia Penyaluran Bansos Minta Kembalikan Uang Rp600 Ribu Setelah Sesi Foto

Keluhan datang dari sejumlah penerima manfaat yang berada di Desa Botta, Kecamatan Suli.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
Warga Luwu Kecewa, Panitia Penyaluran Bansos Minta Kembalikan Uang Rp600 Ribu Setelah Sesi Foto
ist
Rp 50.000

TRIBUNLUWU.COM, SULI - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dikeluhkan.

Keluhan datang dari sejumlah penerima manfaat yang berada di Desa Botta, Kecamatan Suli.

Salah satu penerima mengatakan, nilai bantuan yang diterima sebesar Rp 600 ribu untuk tiga bulan.

Sebelum menerima uang, para penerima wajib difoto.

Sebagai pertanggungjawaban penyalur atau pihak Kantor Pos.

Namun usai difoto, penerima tidak boleh membawa uang pulang dan berbelanja di tempat yang diinginkan.

Mereka malah diarahkan untuk menyetor kembali uang yang baru diterima tersebut ke salah satu orang.

Orang itu diduga sebagai penyedia atau agen sembako.

Parahkan, sembako tidak langsung mereka terima.

Penerima masih harus menunggu sampai barangnya datang.

"Uang Rp 600 ribu untuk tiga bulan itu tidak dibawa pulang, disetor kembali karena diminta," kata salah satu penerima yang namanya minta dirahasiakan, Sabtu (5/3/2022).

"Kalau tidak disetor, tidak dikasih ke agen, akan ada masalah. Saya juga tidak tahu masalah apa, hanya pak desa bilang seperti itu," tuturnya.

Informasi yang didapat, uang yang akan ditukar dengan beras sebanyak tiga karung dan telur tiga rak.

Namun penerima belum diberi info pasti kapan beras dan telur diambil.

"Saya sempat bertanya, bisakah saya simpan uangnya separuh, separuhnya saya beli beras, katanya tidak bisa, katanya khusus untuk beras dan terlur saja," tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Luwu, Masling, menegaskan bahwa agen yang mengambil uang tanpa memberikan barang ke masyarakat merupakan sebuah tindakan yang keliru.

Seharusnya, kata dia, penerima yang membeli sembako di agen harus langsung diberi barang.

"Kita tidak tahu juga apa alasannya kenapa tidak ada barang, itu kekeliruan ketika disetorkan uangnya tanpa mengambil barang," katanya.

"Harusnya dia sudah serahkan uangnya, harusnya barangnya diserahkan juga. Kalau demikian memang harus dilakukan perbaikan," tuturnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved