Pelantikan Gubernur Sulsel

Mengulas Seberapa Pentingnya Sosok Wagub Sulsel: Jangan Sampai Ada Kesan One Man Show

Satu di antara elite politik yang menyatakan skenario penguluran waktu pelantikan yakni politisi Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle

Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Mahasiswa Doktor UI Anshar Aminullah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sedang mempersiapkan agenda pelantikan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

Kendati demikian, sejumlah elite politik di Sulsel meyakini ada skenario penguluran pelantikan Gubernur Sulsel di atas tanggal 5 Maret 2022. 

Satu di antara elite politik yang menyatakan skenario penguluran waktu pelantikan yakni politisi Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle. 

Menurut Selle, jika penguluran waktu pelantikan ini terjadi, akan berdampak pada kekosongan jabatan Wakil Gubernur Sulsel, mengingat masa periode yang bakal habis di 2023 nanti. 

Lantas seberapa penting Wakil Gubernur dalam roda pemerintahan?

Dalam ulasan mahasiswa Program Doktoral Sosiologi Universitas Indonesia, Anshar Aminullah, posisi Wakil Gubernur Sulsel itu sangat penting. 

"Penting bagi Plt Gubernur sekarang ini untuk bisa memikirkan siapa pendampingnya

Wakil Gubernur nantinya ini bukan saja mengenai perwujudan dan representasi keterwakilan Parpol pengusung, namun lebih dari itu,

Gubernur butuh pendamping yang handal dan kuat dalam ide,

jaringan dan kemampuan leadhership dalam mencari solusi bagi kompleksitas persoalan sosial kemasyarakatan di Sulsel, mulai dari bergelut dengan wabah Covid-19 yang belum jelas kapan berhentinya,

hingga tingginya tensi politik jelang pemilihan serentak di 2024.

Tak ada alasan untuk tidak segera memikirkan pasangan pendampingnya.

Meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan oleh karena dinamika politik dan intrik dibalik proses ini sudah terprediksi bagaimana ketatnya saat penjaringan berlangsung.

Hal ini tak boleh berlarut-larut, sebab masyarakat kita justru bisa berprasangka bahwa ada kesan menghilangkan pengganti Wakil Gubernur dan akan ada yang menjadi One Man Show, semacam pemain tunggal agar peluang penantang diposisi strategis berkurang. 

Jikalaupun sudah terpilih siapa calon Wakil Gubernur pengganti,

Kita perlu optimis, tapi juga mungkin tak salah, jika kita kurangi  banyaknya harapan pada  situasi yang paling sulit ditemui pada pasangan pemenang Pilkada ataupun Pilgub pasca dilantik,

yakni  suasana harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan, dimana  harmonisasi Gubernur dan Wakil Gubernur seringkali buyar ditengah jalan oleh karena hasrat maju kembali selalu mendahului dibanding melaksanakan amanah kepemimpinan diantaranya  pembangunan disegala sektor dibawah kepemimpinannya menjadi hal yang utama dan wajib untuk segera direalisasikan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved