Opini Tribun Timur
Mengobati Transgender
Mengobati transgender, mereka yang memiliki identitas gender berbeda dengan identitas seksual (kelamin) saat lahir
Dr Ignatius Ivan Valentino Soemiady SpPD
Spesialis Penyakit Dalam RS Stella Maris Makassar
Mengobati transgender, mereka yang memiliki identitas gender berbeda dengan identitas seksual (kelamin) saat lahir, mempunyai penafsiran berbeda dalam masyarakat.
Sering dianggap kurang maskulin atau feminin sehingga perlu “suntik hormon” atau memandang mereka dengan masalah kejiwaan sehingga perlu “diluruskan” ke jati diri lahirnya.
Multitafsir di atas membawa pemahaman ambigu mengenai apakah fenomena transgender merupakan masalah biologis atau psikologis semata, dan yang mana menjadi titik berat pengobatan dari sisi medis.
Pada tahun 1965, Bruce Reimer terlahir sebagai lelaki di Canada.
Menginjak usia tujuh bulan, ia mengalami kesalahan saat operasi sehingga harus kehilangan penisnya.
Tim dokter dan keluarga sepakat membesarkan Bruce sebagai perempuan dengan mengangkat kedua testisnya.
Mengubah namanya menjadi Brenda serta memberikan hormon perempuan saat ia remaja.
Menginjak usia 14 tahun, Bruce yang secara fisik perempuan mengalami pergolakan batin, menjadi penyendiri dan berpikir bunuh diri karena merasa diri sebagai lelaki.
Ia kemudian diceritakan fakta sebenarnya dan memutuskan operasi ganti kelamin dan terapi hormon menjadi lelaki kembali.
Dari cerita di atas tampak bahwa seseorang yang telah diubah secara biologis tetap mempertahankan aspek psikologis gender yang ia bawa saat lahir.
Apakah lingkungan memegang peranan dalam aspek psikologis hal ini?
Dalam kasus Reimer hal ini tidak terjadi, mengingat lingkungan tempat ia dibesarkan memperlakukan ia sepenuhnya sebagai perempuan.
Aspek psikologis gender atau “otak gender” ini diteliti oleh Dick Swaab, ahli neurobiologi dari Belanda yang diterbitkan dalam Frontiers in Neuroendocrinology 2011.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-ignatius-ivan-valentino-soemiady-sppd-spesialis-penyakit-dalam-rs-stella-maris-makassar.jpg)