Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liga 1

Jafri Sastra Mundur Jelang Persib Bandung vs Persela Lamongan, Robert: Bukan Keuntungan bagi Kami

Jelang pertandingan tersebut, Pelatih Persela Lamongan, Jafri Sastra tiba-tiba menyatakan mundur dari kursi kepelatihan.

Editor: Muh. Irham
perselafootbal.com
Mantan Pelatih Persela Lamongan, Jafri Sastra. Ia adalah pelatih ke-14 Liga 1 2021/2022 yang mengundurkan diri di tengah kompetisi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Persib Bandung berada di atas angin jelang lawan Persela Lamongan dalam lajutan Liga 1 2021/2022 pekan ke-27.

Jelang pertandingan tersebut, Pelatih Persela Lamongan, Jafri Sastra tiba-tiba menyatakan mundur dari kursi kepelatihan.

Jafri Sastra sebelumnya resmi didatangkan oleh Persela jelang putaran kedua Liga 1 yang dihelat di Bali. Dia menggantikan peran Iwan Setiawan. 

Di masa kepemimpinan Jafri, Persela sudah melakoni sembilan pertandingan dan hasilnya jauh dari ekspektasi. Tak ada satu pun duel yang dimenangkan, total hanya lima poin yang didapat. 

Semua berakhir dengan 5 hasil imbang dan 4 kali kalah. Kondisi tersebut membuat Persela terperosok di klasemen, mereka kini ada di posisi ke-17 dengan torehan 19 poin dari 26 pertandingan. 

Hal tersebut cukup menjadi alasan Jafri untuk undur diri. Jelang duel melawan Persib Bandung dia mengumumkan jika dia tak lagi menakhodai Persela dan posisinya digantikan dengan Ragil Sudirman. 

Menanggapi mundurnya Jafri Sastra sebagai Pelatih Persela Lamongan, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengaku sangat terkejut.

"Ya tentu saya sangat kaget begitu mendengar informasi bahwa coach Jafri Sastra keluar di Persela Lamongan. Maka satu lagi, pelatih yang keluar dari Liga 1 Indonesia, terus terang saya sangat sedih mendengarnya, dan bukan menjadi suatu keuntungan bagi kita," ujarnya dalam konferensi pers virtual pre-match, Kamis (24/2/2022).

Menurutnya, kompetisi saat ini berlangsung dengan situasi yang sangat sulit bagi semua pihak. Apalagi kondisi pandemi memaksa PT LIB dan PSSI menyelenggarakan kompetisi dengan sistem bubble sebagai upaya kompetisi berlangsung sebaik mungkin hingga akhir.

Meskipun kompetisi berjalan dengan sebuah kenormalan baru, namun tuntutan hasil kemenangan di pertandingan menjadi sebuah hal yang wajib diraih dari setiap tim. Akhirnya, kondisi ini membuat banyak pelatih di Liga 1 bertumbangan.

"Hal ini membuat banyak pelatih yang mundur dan mengakhiri perjuangannya lebih cepat. Bahkan itu saya pikir menjadi catatan rekor paling banyak dari suatu negara," ucapnya.

Menurutnya, kondisi persepakbolaan Indonesia memang belum kembali normal, tapi ia berharap bahwa pandemi bisa segera usai dan kompetisi Liga Indonesia dapat kembali diselenggarakan secara normal.

"Tentunya kita semua berharap bahwa pandemi dapat segera usai, dan kompetisi kembali normal, ada laga home dan away, kemudian ada penonton di stadion, dimana semuanya kembali berjalan seperti sebelumnya," ujar Robert.

Ia mendoakan agar Jafri sastra segera mendapatkan pekerjaaan baru dan dapat meraih kesuksesan dimanapun dia berada. 

Pelatih ke-14 yang Mundur
  
Keputusan Jafri Sastra untuk mundur dari pelatih Persela Lamongan jelang pertandingan menghadapi Persib Bandung, semakin menambah panjang daftar para pelatih Liga 1 yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya hingga akhir musim.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved