Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sinopsis Film

Review Film Run Hide Fight: Aksi Brutal Penembakan di Sekolah

Bayangkan, Anda berada disituasi yang menegangkan, di dalam gedung sekolah, yang dikuasai remaja yang tidak stabil dengan senjata api di tangan

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Jeri Wongiyanto Wong, pengamat Film 

Oleh: Jeri Wongiyanto
Pengamat Film

TRIBUN-TIMUR.COM -  Maraknya kasus  penembakan brutal di sekolah Amerika Serikat, akibat regulasi pembelian senjata api yang longgar di negara tersebut.

Akibatnya anak usia remaja bisa membeli senapan dengan mudah. Anehnya, hingga kini pemerintah Amerika seakan menutup mata untuk isu ini.

Isu itulah yang kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Kyle Rankin lewat film Run Hide Fight.

Mungkin bagi kita yang tinggal di Indonesia, kengerian yang dirasakan remaja Amerika, tidak cukup relevan dengan apa yang mereka alami.

Run Hide Fight
Run Hide Fight (dok.tribun)

Film Run Hide Fight akan memberikan pengalaman mencekam dan brutal.

Bayangkan, Anda berada disituasi yang menegangkan, di dalam gedung sekolah, yang dikuasai remaja yang tidak stabil dengan senjata api di tangan, bisa bebas menembak siapa saja di depannya!

Film  Run Hide Fight berfokus pada kehidupan Zoe Hull (Isabel May) dikisahkan sebagai seorang siswa sekolah menengah yang tengah berjuang mencari tahu tentang kematian ibunya.

Hal itu menyebabkan dirinya kurang harmonis dengan ayahnya.

Suatu hari dalam perjalanan menuju sekolah, Zoe dan sahabatnya Lewis Washington (Olly Sholoton) mendapati teman sekelasnya, Chris Jelick (Britton Sear) menaruh perangkat aneh di ladang yang kemudian menjadi penyebab ledakan dahsyat.

Chris ternyata merupakan anak buah Tristan Voy (Eli Brown) yang tiba-tiba menyerang sekolah dengan tembakan membabi buta bersama dua lainnya, Anna Jelick (Catherine Davis) dan Kip Quade (Cyrus Arnold). Mereka mulai membunuh para siswa tanpa ampun.

Beruntung, saat kejadian Zoe berada dalam toilet.

Sadar akan kejadian teror di sekolahnya, Zoe bersembunyi dan merangkak melalui langit-langit kamar mandi. Zoe berhasil lolos dan melarikan diri.

Namun, nurani Zoe berkata lain. Ia harus memberanikan diri kembali ke sekolah dan menyelamatkan teman-temannya. Berhasilkah Zoe?

Sejak film dibuka, sutradara dengan perlahan mulai membangun suspense pada plot hingga akhirnya ketegangan dimulai dengan pertunjukan teror di sekolah.

Walau tidak ada adegan kekerasan yang berlebihan, namun teror yang dibangun lumayan menegangkan dan mencekam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved