Polbangtan Gowa
Transformasikan Mindset Bertani Pintar, Kementan Latih 10 Petani Sulsel
Polbangatan Gowa sebagai Turut berpartisipasi mengirimkan 10 orang perwakilan petani milenial dari 4 kabupaten penerima bantuan Program Yess
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan agribisnis smart farming bagi 40 petani milenial perwakilan dari beberapa Provinsi se-Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS Program) ini dilaksanakan selama 8 hari terhitung mulai tanggal 19 sampai dengan 27 Februari 2022 yang dipusatkan di Pusat Pelatihan Menajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.
Acara ini dibuka oleh Kepala Badan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi pada hari Jum’at kemarin tanggal 19 Februari 2022 yang bertempat di Aula Kantor Politeknik Pembanguan Pertanian Bogor secara hybrid daring dan luring.
Polbangatan Gowa sebagai Turut berpartisipasi mengirimkan 10 orang perwakilan petani milenial dari 4 kabupaten penerima bantuan Program Yess di Sulawesi Selatan diantaranya 3 orang Petani yang berasal dari Kabupaten Bantaeng, 3 orang dari Kabupaten bone, 2 orang dari Kabupaten Maros dan 2 orang dari Kabupaten Bulukumba.
Pelatihan agribisnis smart farming ini bertujuan untuk memberikan pemahanan kepada petani tentang konsep agribisnis pertanian modern, pertanian cerdas, dan penggunaan teknologi pertanian berbasis IT serta IoT pada aktifitas pertaniannya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para Petani untuk merubah mindset dan paradigma dalam bertani.
“Tinggalkan paradigma petani itu miskin, petani itu orang kecil. Petani itu ialah orang yang pasti tidak miskin. Jadi petani itu tidak lagi dengan image bajunya yang kumuh, compang camping, di tangan dan kaki lumpur. Melainkan, menjadi petani yang milennial.
“Dreaming, believing, and make it happen. Believe your dream, and believing dreams come true, tapi kalau kalian yakin dengan dirimu, dan kalian mau belajar.
“It’s your era! Eramu ini, kalian punya gadget, kalian punya digital dan kalian punya link. Gunakan untuk membangun sebuah virtual system mendunia. Ilmu itu harus dipaksa, paksaki! Jangan cuman bagus di Planing, Action dong! action itu jangan diam, kerja!” tegas SYL.
Dalam sambutannya pada saat acara pembukaan Pelatihan Agribisnis Smart Farming Kepala Badan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi memotivasi kepada peserta dan seluruh insan pertanian terutama petani milenial untuk selalu belajar dan mentransformasi mindset bertani.
“Petani harus bertransformasi, yang dulu bertani hasilnya hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, saat ini pertanian harus menjadi sarana untuk mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbisnis pertanian. Maka harus dibangun pemahaman agribisnis pertanian, yang modern yang memanfaatkan seluruh teknologi yg dapat menggenjot produksi, produktifitas dan kualitas hasil pertanian,” tegasnya.
Pandemi saat ini memang tidak banyak mempengaruhi usaha sektor pertanian hal ini karena meskipun situasi pandemik tentu masyarakat tetap membutuhkan pangan.
Oleh karenanya Jika mungkin sektor usaha lain turun namun usaha sektor pertanian justru tumbuh menggeliat hingga 16%.
Maka untuk mendorong petani Indonesia tetap semangat mengolah lahan dan berorientasi bisnis, Pemerintah menfasilitasinya dengan memberikan pinjaman tanpa agunan melaui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pemerintah berharap melalui program KUR ini dapat menggenjot hasil produksi pertanian indonesia. Selain itu, KUR juga dapat mendorong semangat usaha Petani sebab pada dasarnya KUR adalah pinjaman yang harus dikembalikan.
Sepuluh orang Utusan Petani dari Sulawesi Selatan ini diharapkan setelah kembali ke wilayahnya masing-masing dapat menerapkan agribisnis pertanian modern melalui konsep smart farming dengan memanfaatkan IT dan IoT, kemudian melakukan usaha pertanian dengan memanfaatkan KUR yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk meningkatkan produksi dan hasil pertaniannya.(Tribun-Timur.com)