Makassar PPKM Level 3

Waspada Penularan Covid-19 Omicron, Danny Pomanto Minta Warga Taat Prokes

Penyebaran virus Corona semakin tinggi, hal itu dibarengi dengan perubahan status PPKM level 3 Makassar.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Screeenshot Video
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto dalam video berdurasi 1 menit 30 detik menginformasikan bahwa dirinya terpapar Covid-19, Selasa (8/2/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengimbau agar masyarakat terus mengencangkan protokol kesehatan.

Penyebaran virus Corona semakin tinggi, hal itu dibarengi dengan perubahan status PPKM level 3 Makassar.

"Saya meminta agar semua pihak tidak bosan mematuhi protokol kesehatan," ucapnya lewat sambungan telepon, Selasa (15/2/2022).

Lanjut Danny, naiknya status level PPKM Makassar sebagai salah satu upaya memutus penularan covid 19 varian omicron.

"Ikut saja (kebijakan) karena PPKM Level 3 itu obatnya ini kondisi dan mudah-mudahan tidak lama," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, satus PPKM Makassar kembali mengalami kenaikan, Makassar ditetapkan sebagai daerah dengan level 3 PPKM.

Hal itu sesuai dengan Instruksi Dalam Negeri (Inmedgari) Nomor 11 tahun 2022 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, level 3, 2 dan 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Corona virus disease di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian virus Corona di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Maluku, dan Papua.

Melalui Inmedagri tersebut daerah dengan PPKM Level 3 antara lain, Makassar Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Pinrang, dan Kota Makassar.

Daerah dengan PPKM level 2 ialah Kabupaten Bantaeng, Kabupaten  Jeneponto, Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa,  Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Kabupaten 
Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Tana Toraja, dan Kota Palopo.

Sementara yang bertahan di level 1 yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Barru, Kabupaten Toraja Utara,Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, dan Kota Parepare.

Pemberlakuan PPKM Non mulai 15 hingga 28 Februari 2022.

Perubahan tersebut dilakukan dengan melihat perkembangan kasus yang ada dan tingkat vaksinasi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA di dalam keterangan persnya, Selasa, 15 Februari 2022 menjelaskan beberapa hal yang berubah terhadap pengaturan PPKM, yaitu:

1. Jumlah daerah pada PPKM Level 3 mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari 3 daerah menjadi 113 daerah. Sedangkan untuk jumlah daerah pada PPKM Level 2 mengalami penurunan dari 219 daerah menjadi 210 daerah, dan daerah dengan status PPKM level 1 juga mengalami penurunan dari 164 daerah menjadi 63 daerah.

2. Evaluasi tingkatan PPKM pada pemerintah daerah menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan ditambah dengan capaian total vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi lansia di atas 60 tahun dosis pertama

3. Pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

- Pada daerah dengan status PPKM Level 3, untuk kegiatan perkantoran dapat dilaksanakan dengan kapasitas WFO 50%. Berlaku juga untuk restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan, gym, dan bioskop dapat buka dari pukul 10.00 s.d. 21.00 dengan kapasitas 50%.
- Sedangkan untuk daerah dengan status PPKM Level 2, kegiatan dapat berjalan dengan kapasitas 75%, dan pada daerah dengan status PPKM Level 1 dapat beroperasi penuh 100%
.
4. Pada pemberlakuan PPKM wilayah Non Jawa Bali kali ini anak-anak pada usia 6 s.d 12 Tahun sudah dapat diperbolehkan beraktivitas di tempat umum dengan pendampingan orang tua dan telah divaksin minimal dosis pertama. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved