Kalla Group
Kalla Group Bahas Peluang di Dunia Metaverse dari Timur Indonesia
Di Webinar itu, para narasumber membahas terkait Metaverse, dampat serta peluang bagi masyarakat Indonesia Tengah dan Timur ke depan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalla Group bersama Meta Indonesia, Microsoft Indonesia, dan WIR Group menggelar Webinar, Selasa (15/2/2022).
Webinar tersebut mengangkat tema Metaverse East Indonesian Cities. What is Metaverse? And How East Indonesia Cities Can Lead and Benefit from IT?.
Hadir sebagai narasumber, Chief Strategy & Technology Officer Kalla Group, Achmad Sugiarto dan Executive Chairman & Co-Founder WIR Group Daniel Surya.
Juga Director National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana dan Public Policy and Goverment Relation Meta Indonesia Noudhy Valdryno.
Di Webinar itu, para narasumber membahas terkait Metaverse, dampat serta peluang bagi masyarakat Indonesia Tengah dan Timur ke depan.
Chief Strategy & Technology Officer Kalla Group, Achmad Sugiarto memaparkan Mapping The Metaverse, MEI (Meta East Indonesian) Project, hingga 5 hal penting dalam memasuki dunia Metaverse.
Menurutnya, Metaverse tinggal menunggu waktu saja, 5 hingga 10 tahun ke depan akan mulai dirasakan perubahan yang terjadi.
Metaverse, kata dia, mirip seperti sebuah kehidupan virtual, 9 elemen yang akan sangat mempengaruhi Metaverse.
“Everyday, persistent, reactive, interoperable, creative, user defined, decentralized, limitless, social, yah mirip kehidupan fisik, there will be no clean before and after Metaverse,” sebutnya via rilis.
Dalam MEI Project, Achmad menyampaikan gagasan Aktif Bersama Maju Bersama dalam Meta Lives, Meta Business, Meta Space dan Meta Societies, yang akan berpotensi besar dalam membesarkan ekosistem yang ada di Indonesia.
"Mungkin dalam waktu dekat ini, prediksi saya, juga akan muncul multi platform media, yang akan menjadi playground dalam mengedukasi digital world kepada masyarakat, akan menambah hype percepatan informasi kepada masyarakat, ditambah dengan makin populernya dan kapitalisasi yang makin besar dari fenomena cryptocurrency di dunia,” paparnya.
Sementara itu, Executive Chairman & Co-Founder WIR Group, Daniel Surya menyampaikan bahwa Metaverse berasal dari harapan akan masa depan dimana biasanya disebut dengan A Frameless Future.
"Kebutuhan manusia akan mendorong lahirnya inovasi yang menghadirkan teknologi lebih canggih, sehingga apa yang tadinya sudah dianggap bagus seiring perkembangan zaman akan digantikan oleh yang lebih ideal," kata Daniel.(Tribun-Timur.com)