Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Forum Dosen Tribun Timur

250 Ribu Kasus Harian Omicron Bisa Terjadi, Prof Kadir: Jangan Panik, Risiko Rendah Dibanding Delta

Yang terpenting kata dokter profesor bidang THT ini, masyarakat harus melihat berapa jumlah pasien di rumah sakit.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Screenshot YouTube Tribun Timur
Diskusi Forum Dosen hadirkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof Abdul Kadir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof Abdul Kadir menekankan pentingnya strategi komunikasi ke masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Lewat Live Forum Dosen: Potensi Omicron Memicu Gelombang Ketiga, Fakta atau Isu yang disiarkan di YouTube dan Facebook Tribun Timur, Prof Kadir memaparkan kondisi covid sekarang ini.

Covid-19 memang meningkat, penyebarannya lebih cepat dari varian covid lainnya.

Karenanya, masyarakat harus tetap waspada menghadapi kenaikan kasus, karena dua hingga tiga minggu depan akan terjadi puncak omicron.

Angka hariannya akan tinggi dibanding varian delta, kasus harian diprediksi bisa capai 250 ribu.

"Kalau delta 50 ribu per hari, omicron bisa saja 250 ribu per hari karena bisa tiga sampai lima kali lipat dari delta," jelasnya.

Sudah ada banyak daerah menjadi contoh, misal Jawa dan Bali sudah melampaui delta jika dilihat dari grafiknya.

Tetapi, masyarakat jangan terpaku hanya dengan melihat jumlah kasus.

Yang terpenting kata dokter profesor bidang THT ini, masyarakat harus melihat berapa jumlah pasien di rumah sakit.

Dulu, dengan varian delta diprediksi 20 persen kasus delta akan diopname di rumah sakit. 

Dengan asumsi 15 persen isolasi biasa dan 5 persen ICU.

"Tetapi untuk omicron ternyata yang masuk rumah sakit sangat rendah, cuma dibawah 10 persen," ungkapnya.

Itupun masuk ICU 0,04 persen dan yang menyebabkan kematian sedikit.

Karena itu, masyarakat harus paham bahwa gejala omicron secara klinis tidak separah delta.

"Walaupun penyebarannya lima kali lipat dari delta tapi gejala klinis omicron tidak parah," jelasnya.

Tetapi, hal ini menjadi catatan buat lansia, anak-anak dan kelompok komorbid yang imunitasnya rendah harus hati-hati.

Karena orang seperti ini kalau terdampak omicron gejalanya akan berat.

"Begitu juga untuk orang yang belum divaksin berpotensi menyebabkan kematian," jelasnya.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved