Virus Corona

Pedoman bagi Penderita Varian Omicron, Mulai Lama Isolasi Hingga Waktu yang Tepat Bertemu Orang

Orang yang terinfeksi virus corona khususnya varian Omicron, wajib melakukan isolasi agar tidak menyebarkan virus tersebut ke orang lain.

Editor: Muh. Irham
Freepik.com
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 varian Omicron. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus virus corona, khususnya varian Omicron, terus bertambah di Indonesia. Tingginya kasus baru ini membuat pemerintah mengambil langkah penerapan PPKM Level 3 di beberapa daerah, khususnya yang dianggap kasus penyebaran virusnya tinggi.

Orang yang terinfeksi virus corona khususnya varian Omicron, wajib melakukan isolasi agar tidak menyebarkan virus tersebut ke orang lain.

Berikut pedoman bagi mereka yang positif Omicron, mulai dari lama isolasi dan kapan bisa bertemu dengan orang lain.

Virus corona Omicron telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, menyebabkan pemerintah memikirkan kembali kebijakan pandemi nasional mereka.

Omicron lebih menular daripada variasi lainnya, dan dapat menghindari vaksinasi serta menyebabkan infeksi ulang.

Sementara jumlah infeksi meningkat, jumlah rawat inap terkait Omicron menurun.

Mereka yang mendapat dosis ganda atau booster lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal jika terkena varian ini.

Beberapa negara, seperti AS dan Inggris, telah mengurangi periode isolasi menjadi lima hari untuk meringankan beban individu.

WHO telah menyarankan agar tidak berpuas diri dengan Omicron, yang menyatakan bahwa jenisnya masih "mematikan", terutama di antara orang yang tidak divaksinasi.

Berapa lama gejala Omicron muncul?
Sementara penelitian tambahan diperlukan untuk memahami varian Omicron dengan benar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved