Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Padi Bontorappo Jeneponto Terancam Gagal Panen, Andi Baso: Percuma Ada Bendungan Karalloe

Ia menilai percuma ada Bendungan Karalloe jika air tidak diperhatikan karena manfaatnya ke petani di Tarowang itu tidak dirasakan.

Pemprov Sulsel
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meresmikan Bendungan Karalloe, Kabupaten Gowa. Bendungan terletak di Desa Garing dan Desa Taring 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Ratusan hektar tanaman padi di Jeneponto terancam gagal panen.

Tepatnya di area persawahan di Dusun Bontorappo, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang.

Area persawahan tampak gagal panen karena tidak ter-aliri air dari Bendungan Karalloe.

Pemilik sawah Andi Baso Sugiarto (ABS) yang juga selaku Ketua Partai Gerindra Jeneponto mengatakan ratusan hektar padi terancam gagal panen karena tidak ada aliran air dari Bendungan Karalloe.

"Luas, kalau di Bontorappo itu ratusan hektar, tanaman padi semua itu. Bisa terancam gagal panen kalau begini kondisinya karena kekurangan air," ujarnya, Senin (7/2/2022).

Ia menilai percuma ada Bendungan Karalloe jika air tidak diperhatikan karena manfaatnya ke petani di Tarowang itu tidak dirasakan.

"Ngapain Karalloe dibangun, sudah jadi kalau irigasinya belum diperbaiki, dibenahi," ungkapnya.

Baca juga: Dua Rumah Sakit di Maros Siap Tampung Pasien Covid-19

Bahkan dia menegaskan bahwa irigasi di sekitar Tarowang rusak para dan tidak bisa di fungsikan.

"Karena kami paham betul itu mulai dari BK 16 itu sampai BT 6 itu, itu memang irigasi sekitar Tarowang itu hancur," tegasnya.

Penampakan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Sulsel yang diabadikan dengan menggunakan drone Selasa (23/11/2021).
Penampakan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Sulsel yang diabadikan dengan menggunakan drone Selasa (23/11/2021). (Humas Pemprov Sulsel)

Meski masyarakat Jeneponto bangga dengan adanya waduk Karalloe, tapi tidak bisa dimanfaatkan sebagian masyarakat di Jeneponto.

"Masyarakat bangga dengan adanya waduk tapi kan belum merasakan betul, belum teraliri air. Mala pembagian air 7 hari baru dapat air, ini pengakuannya pak Desa yah," jelasnya.

Para petani berharap kepala pemerintah agar dapat memperhatikan juga pembangunan sekunder.

"Kami berharap pemerintah provinsi, pemerinta pusat untuk memperhatikan itu seluruh sekunder,” ujanrya.

Baca juga: Dinas Sosial Maros Minta Lagi Mobil Dapur ke Kemensos

“Bangunan selesai bendungan, sekunder lagi diperhatikan," katanya.(TribunJeneponto.com)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved