Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Omicron

Infeksi Varian Omicron Bisa Tembus 150.000 Kasus Per Hari, Kenali 10 Gejala hingga Cegah Penularan

Varian Omicron penularannya lebih cepat, namun perawatannya dan tingkat keparahannya dianggap lebih rendah.

Editor: Ansar
Justin TALLIS / AFP via Tribunnews.com
Ilustrasi varian Omicron - Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Sebaran virus Corona varian Omicron kini terus mengalami lonjakan di Indonesia.

Penularan varian Omicron tersebut sangat cepat dan mudah menurut penelitian.

Dikutip dari WHO, varian Omicron atau  varian B.1.1.529 sudah terdeteksi sejak 26 November 2021.

Varian Omicron penularannya lebih cepat, namun perawatannya dan tingkat keparahannya dianggap lebih rendah.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono pun memperkirakan total jumlah penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia bisa mencapai 100.000 hingga 150.000 kasus per hari.

Hal itu bisa terjadi pada masa puncak penularan virus SARS-CoV-2 varian Omicron.

Baca juga: Lebih Cepat Menular Jangan Abai Prokes, Ketahui 5 Cara Penyebaran Varian Omicron

Baca juga: Satu Keluarga di Parepare Positif Covid-19, Omicron?

Proyeksi tersebut didasarkan pada pengalaman di beberapa negara lain yang telah mengalami masa puncak penularan varian Omicron.

"Negara kita mungkin akan sedikit lebih tinggi dibanding saat puncak Delta kemarin. Kalau kemarin sampai 57.000 kasus per hari, mungkin ini sekarang sekitar 100.000 sampai 150.000 lebih kasus per hari," ujar Dante ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Namun demikian ia mengatakan, jumlah lonjakan kasus harian tersebut akan sangat bergantung pada penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

Menurut Dante, dengan pengalaman lonjakan kasus varian Delta pada Juli 2021 lalu, saat ini masyarakat cenderung lebih siap dalam menghadapi masa puncak penularan Covid-19 varian Omicron.

"Di mana sudah ada pengalaman dua tahun ini. Mudah-mudahan kita harapkan kasusnya tidak setinggi itu. Caranya dengan menjaga protokol kesehatan. Kita berharap tidak setinggi itu," kata Dante.

Baca juga: Tak Mampu Bayar Utang di Bank Plecit, Kakek Bacok Penagih

Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Menko Airlangga Tindak Lanjuti PPKM di Luar Jawa Bali

Gejala Omicron

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini gejala dari penularan varian Omicron masih belum diketahui jelas.

Mengutip dari foxnews.com, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa ciri-ciri gejala dari varian Omicron adalah sebagai berikut:

a. demam atau kedinginan

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved