Unismuh
Perkuat Tradisi Unggul, 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kumpul di Unismuh Makassar
Sebanyak 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Wilayah 2 Sulawesi berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM – Sebanyak 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Wilayah 2 Sulawesi berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
PTM berkumpul dalam kegiatan pendampingan yang dilaksanakan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin, Selasa (1/2/2021).
Baca juga: Perkuat SDM dan Riset Jaminan Sosial, Unismuh Makassar Gandeng BPJS Kesehatan
Baca juga: Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Unismuh Raih Gelar Guru Besar, Berikut Profilnya
Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda mengungkapkan, ide kegiatan ini bermula saat berdiskusi dengan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Achmad Nurmandi.
“Awalnya kegiatan ini hanya untuk internal prodi yang ada di Unismuh, tapi sengaja digabung agar silaturahminya lebih mantap. Sehingga PTM yang ada di Sulawesi ini bisa maju bersama-sama,” ungkap Rakhim Nanda.
Beberapa Rektor PTM tampak hadir dalam pembukaan acara ini.
Peserta pendampingan sebanyak 201 orang, terdiri dari para Wakil Rektor bidang akademik, serta bidang pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan 13 PTM Wilayah 2 Sulawesi.
Kegiatan akan berlangsung hingga Jumat, 4 Februari 2022.
Rakhim kemudian menyapa satu per satu 12 PTM yang menjadi tamu Unismuh.
Kedua belas PTM tersebut yakni Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar, UM Buton, UM Enrekang, UM Gorontalo, UM Kendari, UM Luwuk.
UM Mamuju, UM Palopo, UM Palu, UM Parepare, UM Sidenreng Rappang, dan UM Sinjai.
Akreditasi Bukan Tiba Masa Tiba Akal
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Irwan Akib MPd mengungkapkan bahwa kegiatan ini berorientasi mendorong PTM agar memiliki tradisi unggul, termasuk dalam penyiapan akreditasi institusi maupun prodi.
Irwan juga menyinggung kehadiran beberapa Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang mulai akan berjalan sejak 1 April 2022.
Selain Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), kata Irwan, juga akan segera beroperasi LAM Pendidikan, LAM Teknik, LAM MIPA, dan beberapa LAM bidang ilmu lainnya.
“Kehadiran LAM ini bertujuan agar ciri khas masing-masing Prodi bisa dimunculkan,” jelas Ketua Dewan Guru Besar Unismuh Makassar ini.
Oleh karena itu, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah senantiasa melaksanakan pendampingan setiap saat, bukan sekadar menjelang pelaksanaan akreditasi.
“Proses akreditasi dilaksanakan sepanjang tahun, bukan tiba masa tiba akal. Pengumpulan dokumen akreditasi merupakan bagian dari budaya kerja sehingga menghasilkan budaya mutu di PTM,” ungkapnya.
Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Prof Achmad Nurmandi, yang merupakan Wakil Ketua Majelis DIktilitbang PP Muhammadiyah, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selain Nurmandi, Majelis Diktilitbang juga menerjunkan beberapa orang tim, yaitu Dr Nuryakin SE MM, Agustiyara MSc, dan Dr Salahuddin, Sip MSi MPA.
Tim lainnya, yakni Ahmad Muttaqien PhD, Prof Dr H Irwan Akib MPd, Muhammad Muchlas Rowi SS MM, Amika Wardana PhD dan Rahmat Suprapro Sag MSi.
Materi pendampingan yang akan dibahas selama empat hari yaitu paparan akreditasi, Outcome Based Education (OBE) dan strategi penyusunannya, profil lulusan dan bahan kajian, dan pembobotan mata kuliah serta MBKM.
Materi lainnya, riset publikasi, PKM dan AIK, penyusunan RPS berbasis OBE.