Dosen vs Tetangganya di Makassar

Perseteruan Dosen dan Tetangga di Makassar Berbuntut Panjang, Mereka Saling Lapor dan Jadi Tersangka

Selain itu, terkait kasus saling lapor antar tetangga tersebut, lanjut Kompol Edy, pihaknya telah beberapa kali memediasi.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Istimewa/Polrestabes Makassar
Kapolsek Manggala Kompol Supriady Idrus. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, AM (44) mengaku dianiaya tetangganya berinisial PN.

Dugaan penggunaan itu pun dilaporkan ke Unit Reskrim Polsek Manggala.

Kanit Reskrim Polsek Manggala, Iptu Jaelani, mengatakan, dugaan penganiayaan itu terjadi saat AM terlibat cekcok anak PN, berinisial AP.

"Saat cekcok itulah, PN keluar lalu meninju wajah AM. Akibatnya terdapat sejumlah memar di wajah dosen itu," kata Iptu Jaelani kepada wartawan.

Luka memar yang diderita AM, lanjut Jaelani, dikuatkan dengan bukti visum.

"Antara lain sesuai hasil visum dari RS Bhayangkara, dosen itu mengalami luka memar pada bagian bibir, hidung, dan kepala, tepatnya di bagian belakang telinga," ujarnya.

Atas dasar laporan AM dan bukti visum yang disertakan, kata Jaelani, PN pun diamankan di Mapolsek Manggala.

Namun, di hari yang sama, anak PN, AP rupanya juga melaporkan kasus yang sama ke Polsek Manggala.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Manggala Kompol Supriady Idrus saat dikonfirmasi, Minggu (23/1/2022) siang.

"Anak PN yang berinisial AP, di hari bersamaan itu dengan oknum dosen AM melapor," kata Kompol Edy sapaan Supriady Idrus.

Ia mengaku, juga telah menindaklanjuti laporan PN yang mengaku dianiaya dengan cara dicekik oleh dosen, AM.

Namun berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara, lanjut Kompol Edy sapaannya, tidak ditemukan tanda-tanda memar pada pelapor (AP), anak PN.

"Setelah divisum ini pelapor (AP) anak dari PN, sesuai dengan laporan yang telah kami terima, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada AP atau pelapor," ujar Kompol Edy.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap memproses ke dua kasus itu secara profesional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved