Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudirman Sulaiman

Alasan Elite PDI Perjuangan Tak Hadir Dalam Pertemuan Andi Sudirman dengan Partai Pengusung PAN PKS

Ketua Bidang Kehormatan PDIP Sulsel Andi Ansyari Mangkona mengatakan kabar tersebut diperoleh secara mendadak pada Kamis (20/1/2022) semalam.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
tribuntimur.com/ari maryadi
Ketua Bidang Kehormatan PDIP Sulsel Andi Ansyari Mangkona. (Foto Ari Maryadi Tribun Timur)   

Namun dinamika politik terkini juga menjadi bahasan.

Partai pengusung Prof Andalan (Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman) memang harus sering-sering jumpa. 

Sebab, Kepres RI No 9/P tahun 2022 tentang pemberhentian Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel sudah terbit. 

Otomatis, Sudirman yang wakil gubernur dan kini juga pelaksana tugas gubernur, akan mengisi kekosongan itu.

"Sebenarnya pertemuan tadi hanya silaturahmi. Mungkin kangen sudah lama tidak berkumpul," kata Muzayyin Arif, Bendahara DPW PKS Sulsel.

Muzayyin mengaku menyambut baik pertemuan tersebut. 

Tepat untuk memperkuat koalisi antarpartai pengusung gubernur Andalan dan mengoptimalkan dukungan untuk Sudirman yang sisa menunggu paripurna di DPRD Sulsel untuk jadi gubernur defenitif.

Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyebut, butuh upaya lebih untuk segera mendorong paripurna di dewan. Sebab waktu yang diberikan pusat hanya sampai 25 Januari 2022. 

"Namun sebagai partai pengusung tentu kami berkomitmen untuk mendorong itu berjalan dengan baik. Semoga Senin (24 Januari 2022) DPRD benar-benar bisa paripurna," ucap politikus asal Maros itu.

Muzayyin pun tak menampik bahwa pertemuan itu sempat membahas mengenai pengisian kursi wakil gubernur. Sebab memang menjadi domain partai pengusung untuk menyepakati nama. 

Sudirman pun menyambut baik dan mempersilakan parpol pengusung menjalankan proses sesuai mekanisme yang berlaku. 

PKS pun siap membangun komunikasi yang lebih intens dengan parpol pengusung lainnya.

 "Nanti kita lihat dinamikanya apakah ini akan dijalankan setelah penetapan Plt sebagai gubernur defenitif atau bisa berbarengan dengan keputusan DPRD terkait pengusulan Plt sebagai gubernur defenitif ke presiden," tambah Muzayyin.

Yang jelas, kata dia, PKS berkomitmen mengawal proses ini dan siap untuk mengajukan kader terbaiknya sebagai kandidat wagub untuk dibahas bersama partai-partai pengusung.

Beberapa nama dari PKS santer disebut-sebut beberapa bulan belakangan. 

Namun, nama Muh Amri Arsyid, Ketua DPW PKS Sulsel paling menguat. Amri menjadi kandidat utama yang diajukan PKS.

Muzayyin pun tak mengelak soal rumor tersebut.

 "Terpenting posisi ini diisi, sebab ini amanat konstitusi. Kepala daerah itu gubernur dan wakil gubernur. Apalagi waktunya masih memungkinkan," imbuhnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved