Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tenaga Ahli TGUPP

Andi Sudirman Tambah Personel Tenaga Ahli TGUPP, 22 Anggota Bergelar Profesor, Berikut Nama-namanya

Tahun ini, Andi Sudirman melalukan penambahan anggota TGUPP, dimana dulunya hanya 28 orang kini bertambah menjadi 46 orang.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melaunching layanan aplikasi inovasi sejuta ikan (e-Sejutaikan) di Kantor UPT BPMPP Jalan Ir. Sutami, Senin (3/1/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Andi Sudirman Sulaiman telah menjatuhkan pilihannya kepada 46 orang yang akan mendampinginya membantu kerja-kerja seorang gubernur dalam pemerintahan.

Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) telah diSK kan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 57/1/2022 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli TGUPP Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022.

Tahun ini, Andi Sudirman melalukan penambahan anggota TGUPP, dimana dulunya hanya 28 orang kini bertambah menjadi 46 orang.

Mereka akan tersebar di bebrapa perangkat daerah sesuai dengan keahliannya.

Mulai dari keahlian di bidang ketahanan pangan, pertanian dan kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan, kesehatan, epidemiolog, ekonomi dan UMKM, hukum, reformasi birokrasi, pendidikan.

Kemudian bidang infrastruktur dan pembangunan, sosial kemasyarakatan, hubungan kerjasama internasional dan pengadaan barang dan jasa.

Adapun personel TGUPP didominasi oleh profesor sebanyak 22 orang.

Paling banyak dari Universitas Hasanuddin, antara lain Prof Ambo Ala, Prof Ridwan Amiruddin, Prof Indrianty Sudirman, Prof Faridah Patittingi.

Prof Syamsu Alam, Prof Lellah Rahim, Prof Hilal Anshari, Prof Veni Hadju, Prof Rahmatia, Prof Muh Asdar.

Prof Arifuddin, Prof Abrar Saleng, Prof Sangkala, Prof Najamuddin, dan Prof Burhanuddin Arafah.

Guru besar Universitas Negeri Makassar ada dua orang, yakni mantan Rektor UNM, Prof Arismunandar, Prof Heri Tahir, keduanya ditempatkan di bidang pendidikan.

Kemudian, guru besar unismuh hanya diwakili oleh Rektor Unismuh Prof H Ambo Asse.

Begitu juga dengan UIN Alauddin yang hanya diwakili oleh Prof Abd Qodir Gassing.

Selanjutnya, Prof Muh Hattag Fattah dari Univerisyas Muslim Indonesia (UMI) dan Dekan Fakultas Kedokteran UMI Syarifuddin Wahid ,Prof Sukarno Aburaera.

Tak hanya itu, beberapa orang lama yang tak lagi dipakai diantaranya Prof Murtir Jeddawi yang dulunya di bidang pemerintahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved