Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penumpang KM Cattleya Ekspres Hilang

Satu Penumpang Kapal KM Cattleya Ekspres Diduga Hilang Setelah Sholat Subuh

KM. Cattleya Ekspres menghantar penumpang dari Pelabuhan Nunukan ke Pelabuhan Nusantara Parepare.

Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/m yaumil
Keluarga Hj. Daya, penumpang yang hilang di kapal KM Cattleya. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Satu penumpang KM. Cattleya Ekspres hilang dan belum diketahui keberadaannya, Senin (17/1/2022) sore.

KM. Cattleya Ekspres menghantar penumpang dari Pelabuhan Nunukan ke Pelabuhan Nusantara Parepare.

Chief Officer Kapal KM. Cattleya, Suprayadi, membenarkan hal tersebut.

"Kami terima laporan tersebut saat masih di perjalanan," kata Suprayadi, di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Menurutnya, yang melapor bernama mama Sakti.

Mama Sakti bersama korban naik dari Pelabuhan Nunukan.

"Kami terima laporan tersebut sekira pukul 06.45 Wita," ujarnya.

Setelah laporan tersebut masuk, Suprayadi memerintahkan anak buah kapal (ABK) untuk mencari.

Menurut Suprayadi korban naik kapal tersebut tidak sendirian.

"Terkonfirmasi naik kapal KM. Cattleya," katanya.

"Korban naik satu rombongan termasuk di dalamnya mama Sakti tersebut," lanjutnya.

Kapal KM. Cattleya sandar di Pelabuhan Nusantara pukul 08.10 Wita 

Hingga sore ini, penumpang tersebut belum ditemukan.

Belum diketahui penyebab hilangnya penumpang tersebut.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan KSOP dan Polsek Pelabuhan terkait kejadian ini.

Sedangkan, Komandan Pos Sar Basarnas Kota Parepare, Dadang Tarkas mendatangi lokasi kejadian terkait kejadian ini.

Dadang menduga bahwa ada kondisi yang membayakan manusia.

"Adanya laporan terkait kondisi yang membahayakan manusia," ujar Dadang.

Pihaknya berkordinasi dengan kapten kapal untuk menyisir Kapal KM. Cattleya.

"Hal itu untuk memastikan bahwa korban sudah tidak ada di kapal ini," tambahnya.

Informasi yang dihimpun Dadang, bahwa korban hilang setelah sholat subuh.

"Korban ini mempunyai kebiasaan mandi, setelah itu sholat subuh," kata Dadang.

Setelah sholat subuh korban tidak kembali lagi, sehingga diduga dia hilang di kapal, lanjutnya.

Pantauan tribun timur, keluarga korban sudah berada di pelabuhan sejak pagi untuk menjemput.

Diketahui, penumpang itu bernama Hj. Daya.

Hj. Daya berasal dari Kabupaten Sidrap.

Laporan Kontributor TribunParepare.com/M. Yaumil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved