Prabowo Subianto
Hanya Kepada Jenderal Try Sutrisno Menhan Prabowo Subianto Sampai Cium Tangan
Menteri Pertahanan sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menerima langsung mantan Panglima ABRI, Jenderal (purn) Try Sutrisno.
TRIBUN-TIMUR.COM- Menteri Pertahanan sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menerima langsung mantan wakil presiden sekaligus Panglima ABRI, Jenderal (purn) Try Sutrisno di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (11/7/2021).
Prabowo Subianto pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan perwira di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan khusus Angkatan Darat pada saat itu saat Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden.
Try Sutrisno sudah menjabat sebagai Panglima ABRI saat Prabowo masih aktif menjabat di militer.
Try Sutrisno menjabat sebagai KSAD hingga panglima ABRI periode 1986-1993.
Kala itu, Try menjabat jenderal bintang empat itu, Prabowo menjabat sebagai kepala staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 (Brigif Para Raider 17/Kujang I), yang bermarkas di Cijantung tahun 1991.
Dalam kapasitas itu, Prabowo yang saat itu telah berpangkat letnan kolonel terlibat dalam operasi pemburuan dan penangkapan Xanana Gusmao, salah satu tokoh pemimpin gerilyawan Fretilin.
Baca juga: Prabowo Subianto Unggul di Pilpres 2024 Menurut Hasil Simulasi, Dua Sosok Ini Mengejar Elektabilitas

Pada tahun 1993, Prabowo kembali ke pasukan khusus, yang kini dinamai Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia diangkat menjadi komandan Grup 3/Sandi Yudha, salah satu komando kontra-insurjensi Kopassus.
Ia seterusnya menjabat sebagai wakil komandan komando dan komandan komando, di bawah kepemimpinan Brigadir Jenderal Agum Gumelar dan Brigadir Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo.
Sehingga, Jenderal Try Sutrisno adalah pimpinan tertingginya selama berkarier di militer.
“Kami, Kemhan dan saya pribadi sangat berterima kasih yang sedalam-dalamnya atas kunjungan Bapak sebagai orang tua kami, pembimbing kami, sekaligus tokoh bangsa,” ujar Menhan Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Dalam kunjungannya ke Kemhan, Try Sutrisno berpesan agar Kemhan senantiasa menjaga persatuan NKRI serta memperkuat langkah strategis dalam upaya membangun dan memajukan kekuatan TNI agar TNI dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas pokoknya untuk menjaga setiap jengkal kedaulatan NKRI.
Baca juga: Kementerian Prabowo Subianto Diselidiki Kejagung, Dilaporkan Mahfud MD Sudah Rugikan Negara Miliaran
Pengalaman Militer Try Sutrisno
Pengalaman militer pertama Try Sutrisno adalah pada tahun 1957, ketika ia berperang melawan Pemberontakan PRRI.
Pemberontakan PRRI adalah kelompok separatis di Sumatra yang ingin membentuk pemerintahan alternatif selain Presiden Soekarno.
Try Sutrisno menyelesaikan pendidikan militernya pada tahun 1959, ketika ia lulus dari ATEKAD.
Pengalaman awal Try Sutrisno di ABRI termasuk menjalankan tugas di Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur. Pada tahun 1972, Try dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Pada tahun 1974, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Soeharto mulai menyukai Try dan sejak saat itu, karier militer Try akan meroket.
Pada tahun 1978, Try diangkat menjadi Kepala Staf di KODAM XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia menjadi Panglima KODAM IV/Sriwijaya, di mana ia memulai kariernya.
Baca juga: Ada Apa? KSAD Jenderal Dudung Temui Menhan Prabowo Subianto
Pada tahun 1982, Try diangkat menjadi Panglima KODAM V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.
Karier Try Sutrisno terus maju. Pada tahun 1985, ia menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1986.
Try Sutrisno akhirnya mencapai puncak karier militer pada tahun 1988, ketika ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI untuk menggantikan L.B. Moerdani.
Sebagai Panglima ABRI, Sutrisno menghabiskan banyak waktu untuk menumpas pemberontakan di seluruh Indonesia.
Target langsungnya adalah separatis di Aceh, yang berhasil ditekan pada 1992. (*)
Baca juga: Ingat Mantan Wapres dan Panglima ABRI Try Sutrisno Kini Putranya Duduki Jabatan Strategis TNI/Polri