Opini Tribun Timur
Revolusi Sosial Bukanlah Ancaman
Membaca Koran Tribun Timur ( 3 Januari 2022) di kolom “catatan politik” tertera judul “Ancaman Revolusi Sosial”.
A Wira Hadi Kusuma
Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
Membaca Koran Tribun Timur ( 3 Januari 2022) di kolom “catatan politik” tertera judul “Ancaman Revolusi Sosial”.
Kurang lebih narasi yang dikemukakan tentang keadaan masyarakat yang hingga saat ini belum sesuai dengan cita-cita konstitusi disebabkan oleh tata kelola pemerintahan kurang baik atau hampir mendekati “buruk” di mana tak lepas dari tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Selain itu, tulisan tersebut menyoroti pihak minoritas memiliki akses kekuasaan yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi kebijakan publik dibanding dengan mayoritas masyarakat, secara implisit tentu pembaca mengetahui “minoritas” yang dimaksudkan oleh penulis.
Hingga dari sebab-sebab yang dipaparkan timbul dampak sangat signifikan yang arahnya kepada “REVOLUSI”.
Apakah revolusi bakal terjadi?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya merenungi dan menghayati sajak berjudul “Kepasrahan”
Padamulah semata kupasrahkan tanpa syarat
Segala yang pernah dan akan aku perbuat
Berikanlah padaku semauku apa yang Engkau suka
Tanganku telah siap menerima surga atau neraka
Aku yakin pada keilahianmu
Aku yakin pada kemanusiaanku
Pasrah merupakan wujud totalitas atas penyerahan, tetapi bukan berarti tak memiliki daya atau kuasa untuk berbuat sesuatu.
Tendensi “Aku yakin pada kemanusiaanku” memberi impresi bahwa secara alamiah manusia lahir dianugerahi rasa kemanusiaan, dalam hal ini ialah nurani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/a-wira-hadi-kusuma-mahasiswa-politeknik-negeri-ujung-pandang.jpg)