Breaking News:

Cegah Paham Radikalisme, Polres Wajo Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Wajo

Menangkal paham radikalisme, teroris, dan aliran menyimpang menjadi tema acara yang digelar di Aula Mapolres Wajo, Kamis (13/1/2022).

Tribun Timur
Menangkal paham radikalisme, teroris, dan aliran menyimpang menjadi tema acara yang digelar di Aula Mapolres Wajo, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Para Bhabinkamtibmas Polres Wajo bersama penyuluh agama lingkup Kemenag Wajo mengikuti focus group discussion atau FGD.

Menangkal paham radikalisme, teroris, dan aliran menyimpang menjadi tema acara yang digelar di Aula Mapolres Wajo, Kamis (13/1/2022).

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Bimas Islam Kemenag dan Sat Binmas Polres Wajo.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam Amrullah mengatakan salah satu upaya pencegahan paham radikalisme adalah dengan menanamkan nilai-nilai kultur dan budaya.

“Salah satu upaya yang harus segera dilakukan adalah penanaman nilai-nilai kultur budaya yang ada di masyarakat,” katanya.

Tentunya, nilai-nilai luhur masyarakat Bugis diiringi nilai-nilai dalam agama sebagai pedoman dalam kehidupan.

Sementara Kasi Bimas Islam Kemenag Wajo Muhamamd Subhan memaparkan ada empat cara untuk menangkal pemahaman radikal, teroris, dan ajaran menyimpang di dalam masyarakat.

“Upaya mengatasi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme itu dengan cara pendidikan, pembinaan keluarga, kampanye, dan penugasan dai ke tempat atau instansi tertentu,” katanya.

Baca juga: 3 Pasien Covid-19 Isolasi di RS Hikmah Sukamaju Luwu Utara, Tenaga Medis Parepare Terima Penghargaan

Baca juga: Indah Putri Indriani: Pembelajaran Daring Tidak Efektif, Kaswadi Razak Target 18.621 Anak Divaksin

Pendidikan perlu mengedepankan pendekatan karakter budaya Indonesia yang terkenal ramah tanpa kekerasan.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah (TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH)

Lalu, kampanye-kampanye Islam Rahmatan lilalamin, Islam ramah, Islam subtantif, Islam santun dan sejenisnya baik di dunia maya maupun website, WA, FB, IG, Twitter, maupun di dunia nyata.

Pembinaan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah mempunyai peran yang sangat vital.

Serta penugasan dai dan muballig ke tempat tertentu untuk memberikan pencerahan pemahaman cara beragama yang baik dan benar.

"Yang tidak kalah penting sekarang jaringan kelompok radikal, kelompok esktrimis, dan teroris telah menyasar melalui kontak di medsos dan berlanjut pertemuan offline," katanya.

Wajo adalah kabupaten yang dikenal dengan ramah dan tentunya, kondisi kamtibmas yang terbilang aman itu bisa senantiasa dipertahankan.

Baca juga: 47 Personel Polres Wajo Naik Pangkat dan 178 Polisi Raih Penghargaan Realisasi Vaksinasi Lebih 70%

Baca juga: Sepanjang 2021, Polres Wajo Pecat 2 Personel Secara Tidak Terhormat, Salah Satunya Terlibat Narkoba

Selain AKBP Muhammad Islam Amrullah dan Muhammad Subhan, pada FGD tersebut juga hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (FGD) Wajo, Prof Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved