Breaking News:

Tribun Kampus

Badan Usaha Yayasan Wakaf UMI Tunjang Aktivitas Pendidikan di Kampus

Badan Usaha Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar rapat kerja tahun 2022 di lantai 9 menara UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Rudi Salam/ Tribun Timur
Rapat Kerja Badan Usaha Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) di lantai 9 menara UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Usaha Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar rapat kerja tahun 2022.

Rapat kerja ini berlangsung di lantai 9 menara UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (13/1/2022).

Rapat kerja mengambil tema Revitalisasi Pilar Usaha dan Da’wah YW-UMI dalam Peningkatan Kinerja dan Produktivitas.

Hadir dalam kesempatan itu Rektor UMI Prof Basri Modding, para wakil rektor dan lima badan usaha di UMI.

Yakni PT Ukhuwah UMI Teknik, PT Ukhuwah UMI Bisnis, PT Ukhuwah UMI Industri, PT Baitul Maal Wattamwil Ukhuwah (BMTU), dan PT Umitoha Ukhuwah Grafika.

Sekertaris Yayasan Wakaf UMI, Abdul Halim menjelaskan bahwa kehadiran badan usaha diharapkan membantu yayasan dalam membiayai bidang pendidikan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Atas 70 Persen, Tenaga Medis Parepare Dapat Penghargaan

Baca juga: Polisi Kantongi Alamat Pasangan di Bulukumba Viral Ciuman di Atas Motor, Bakal Kena Sanksi?

Dalam menjalankan usahanya, badan usaha senantiasa berpedoman pada visi dan misi Yayasan Wakaf UMI.

“Diharapakan memberikan pelayanan optimal dalam mendukung aktivitas pendidikan di UMI,” jelasnya.

Abdul Halim mengatakan, pengelola unit usaha harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan profesionalisme.

Baca juga: Catatan Pertemuan 5 Laga Terakhir Persebaya Vs PSM, Laskar Pinisi Ungguli Bajul Ijo

Baca juga: Warga Bone Keluhkan Layanan Kartu Bantuan Pangan Non Tunai di Media Sosial

Sehingga dapat memberi kontribusi pendanaan untuk menunjang aktifitas yayasan secara keseluruhan.

Abdul Halim pun memuji tema rapat kerja tahun ini, yakni Revitalisasi Pilar Usaha dan Da’wah YW-UMI dalam Peningkatan Kinerja dan Produktivitas.

Dia mengingatkan, revitalisasi tidak akan terwujud tanpa adanya reaktualisasi.

Reaktualisasi yang dimaksudkan adalah badan usaha dalam pengelolaannya mengikuti perkembangan.

Perkembangan tersebut utamanya dalam bidang teknologi dan informasi.

“Apa yang berkembang selama ini, maka badan usaha kita tidak boleh ketinggalan,” pungkas Abdul Halim. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved