Opini Tribun Timur
Ketimpangan Kota yang Masih Melebar
Strategi pembangunan yang hanya menitikberatkan pada pertumbuhan output atau produksi telah mengalami pergeseran
Arya Yahya SST MEcDev
Statistisi Ahli pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan
Strategi pembangunan yang hanya menitikberatkan pada pertumbuhan output atau produksi telah mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan berbagai teori, utamanya dalam mengatasi masalah sosial ekonomi secara komprehensif.
Menurut Bank Dunia, strategi pembangunan harus didasarkan pada pertumbuhan pendapatan sekaligus pemerataan pendapatan.
Konsep ini sering disebut sebagai GIP triangle yaitu Growth atau pertumbuhan, Poverty atau kemiskinan, dan Inequality atau ketimpangan.
Dalam konsep diatas, pembangunan tidak lagi hanya sekedar mengejar pertumbuhan ekonomi maupun penurunan kemiskinan.
Tetapi wacana ketimpangan pendapatan telah menjadi salah satu unsur penting yang disejajarkan dengan dua indikator pembangunan tersebut.
Indikator yang dapat digunakan untuk memotret besarnya ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat di suatu wilayah adalah indeks gini ratio.
Semakin tinggi gini ratio, semakin besar ketimpangan pendapatan masyarakat, dan sebaliknya, semakin rendah gini ratio, maka semakin rendah ketimpangan yang ada.
Berdasarkan data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), ketimpangan nasional pada Maret 2021 telah menunjukkan penurunan setelah meningkat di masa pandemi.
Sejak pandemi melanda Indonesia, gini ratio yang awalnya berada di angka 0,380 pada September 2019 naik menjadi 0,381 pada Maret 2020.
Kenaikan gini ratio kembali terjadi pada September 2020, yakni meningkat menjadi 0,385.
Namun, trend kenaikan tidak lagi terjadi pada Maret 2021, gini ratio menunjukkan perbaikan, turun ke angka 0,384.
Jika diliat berdasarkan wilayah, gini ratio pedesaan juga mulai membaik, data terakhir pada Maret 2021 menunjukkan gini ratio pedesaan turun ke angka 0,315.
Ketimpangan pedesaan di awal pandemik juga sebenarnya mengalami kenaikan, yang awalnya berada di angka 0,315 pada September 2019 naik menjadi 0,317 pada Maret 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/foto-5.jpg)