Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Sulsel

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel 53 Orang, Palopo Terbanyak dan Makassar Urutan Kedua

Angka kesembuhan 97,93 persen atau 107.755 orang. Sementara angka kematian 2.241 atau 2,04 persen.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Dinkes Toraja
Vaksinasi Covid-19 di gedung Tammuan Mali, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Selasa (7/12/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 53 pasien Covid-19 di Sulsel, Minggu (9/1/2022).

Pemprov Sulsel telah melakukan testing terhadap 1.715.154 juta orang.

Angka kesembuhan 97,93 persen atau 107.755 orang. Sementara angka kematian 2.241 atau 2,04 persen.

Warga yang terinfeksi Covid-19 tersebar di 24 kabupaten di Sulsel, didominasi Palopo 17 kasus, Makassar 12 kasus, dan Tana Toraja 9 kasus.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Hampir Tembus 2 Ribu, Penularan Omicron Meluas di Jakarta, Bagaimana Sulsel?

Baca juga: Awal Tahun 2022, Pasien Covid-19 di Tana Toraja Tambah 11 Orang

Kendati begitu, kasus harian masih terkendali atau rerata 3 hingga 7 kasus per hari dengan positifity rate 0,49 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat.

"Kasus tetap landai, kasus mainnya 4 atau lima per hari, mudah-mudahan tidak berkembang ke arah jelek," ucap Arman Bausat, Senin (10/1/2022).

Status PPKM di 24 kabupaten kota di Sulsel didominasi level 1.

Kecuali Pinrang, Pangkep, Makassar, Gowa, Soppeng, Sidrap, Luwu, Luwu Timur dan Luwu Utara berada pada level 2.

Tetapi, Pemprov Sulsel mulai waspada terkait hadirnya virus Omicron di Indonesia.

Arman Bausat mengatakan, kemungkinan varian baru Omicron telah masuk di Sulsel.

Hanya saja, pihaknya belum bisa mendeteksi varian tersebut mengingat fasilitas laboratorium di Sulsel masih minim.

"Kita sudah mulai waspada masuk siaga tiga, sedang persiapan," jelasnya.

Pemprov Sulsel masih belum bisa memeriksa sampel secara mandiri, karena pemeriksaan atau deteksi varian omicron hanya bisa dilakukan di Jakarta.

"Kita belum punya alat mendeteksi, itu tidak mudah memperadakan karena itu untuk penelitian, kalau kita investasi di situ terlalu banyak cost yang keluar," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved